HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Percepat Pengadaan 146 Kios di Pasar Jaya untuk Perkuat Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Percepat Pengadaan 146 Kios di Pasar Jaya untuk Perkuat Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan
Foto: (Sumber : Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pengadaan 146 kios di Pasar Jaya Jakarta tengah berproses guna memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan strategis di tingkat pasar.

Koordinasi Realisasi Kios di Seluruh Pasar

Rizal menyampaikan program tersebut saat ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta pada Senin (13/4/2026).

Ia mengatakan, "Ini lagi ditindaklanjuti oleh Pinwil DKI ya, Pinwil DKI untuk supaya bisa direalisasikan tiap pasar itu ada kios Bulog sebagai perpanjangan tangan (Bulog)," ungkapnya.

Program ini dikoordinasikan oleh Pimpinan Wilayah Bulog DKI Jakarta agar setiap pasar memiliki kios sebagai perpanjangan distribusi pangan.

Keberadaan kios tersebut bertujuan mempermudah pedagang eceran memperoleh pasokan tanpa harus mengambil langsung dari gudang pusat.

Tekan Biaya Distribusi dan Cegah Lonjakan Harga

Rizal menjelaskan bahwa selama ini pedagang harus mengambil barang dari gudang Bulog yang menyebabkan biaya tinggi.

Ia menyebut, "Kan kalau teman-teman (pedagang eceran) harus ngambil, beli di gudang Bulog pusat, di gudang-gudang DKI lah contoh itu, itu kan cost-nya tinggi. Jadi harus ada perpanjangan tangan kita di masing-masing pasar," ujarnya.

Melalui kios tersebut, Bulog akan menyediakan komoditas seperti beras, MinyaKita, dan gula untuk pengecer resmi.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi, menekan biaya logistik, serta mengurangi potensi kelangkaan yang memicu kenaikan harga.

Selain itu, hanya pengecer terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat dilayani sesuai ketentuan sistem perdagangan pangan nasional.

DKI Jadi Percontohan Nasional

Program pengadaan 146 kios ini mencakup seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya dan menjadi proyek percontohan distribusi pangan langsung.

Rencana tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Ramadhan 2026.

Untuk mendukung transparansi harga, pengelola pasar akan memasang papan informasi harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung.

Rizal menegaskan DKI Jakarta diprioritaskan karena menjadi barometer nasional yang mempengaruhi stabilitas harga di daerah lain.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara Bulog dan Pemprov DKI akan diperkuat melalui nota kesepahaman untuk memastikan distribusi berjalan berkelanjutan.

Jika program ini berjalan baik, model serupa akan diterapkan di wilayah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Penulis :
Ahmad Yusuf