Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Korea Utara Mulai Bongkar Pengeras Suara Perbatasan, Seoul Lanjutkan Langkah Rekonsiliasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Korea Utara Mulai Bongkar Pengeras Suara Perbatasan, Seoul Lanjutkan Langkah Rekonsiliasi
Foto: Tentara Korea Selatan berjaga selama tur media di Daerah Keamanan Bersama (JSA) di Zona Demiliterisasi (DMZ) di desa perbatasan Panmunjom di Paju, Korsel (sumber: JEON HEON-KYUN/Pool via REUTERS)

Pantau - Korea Utara pada Sabtu mulai membongkar beberapa pengeras suara di sepanjang perbatasan yang digunakan dalam kampanye kebisingan terhadap Korea Selatan, menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan (JCS).

Korea Utara Lakukan Pembongkaran Pengeras Suara

" Aktivitas militer Korea Utara yang membongkar pengeras suara terhadap Korea Selatan telah terdeteksi di beberapa bagian wilayah garis depan sejak Sabtu pagi," ungkap JCS dalam pemberitahuan kepada wartawan.

Militer Korea Selatan menyatakan masih perlu melakukan verifikasi lebih lanjut apakah pembongkaran akan dilakukan di seluruh wilayah perbatasan dengan memantau pergerakan militer Korea Utara.

Korea Utara sejak lama menentang siaran pengeras suara militer dan penyebaran selebaran oleh aktivis karena khawatir informasi dari luar dapat mengancam rezim yang berkuasa.

Langkah Rekonsiliasi Seoul

Di bawah pemerintahan mantan Presiden Yoon Suk Yeol yang konservatif, Korea Selatan mengaktifkan kembali kampanye pengeras suara untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada Juni tahun lalu, setelah Korea Utara mengirimkan ribuan balon berisi sampah melintasi perbatasan.

Seoul sebelumnya melakukan kampanye serupa secara berkala setelah uji coba nuklir keempat Korea Utara pada 2016.

Dalam upaya Presiden Lee Jae Myung untuk memperbaiki hubungan tegang dengan Korea Utara, pada Selasa lalu Korea Selatan menyelesaikan pembongkaran pengeras suara anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat, setelah menangguhkan siaran propaganda yang mengkritik Korea Utara pada 11 Juni.

Sejak menjabat pada Juni, Presiden Lee telah mengambil langkah untuk memulihkan hubungan antar-Korea, yang tetap tegang sejak Korea Utara menyatakan bahwa kedua Korea adalah negara "bermusuhan" yang terpisah dan mulai membongkar simbol-simbol hubungan antar-Korea serta penyatuan pada akhir 2023.

Selain menghentikan siaran pengeras suara militer, Lee meminta kelompok masyarakat sipil untuk menghentikan distribusi selebaran anti-Pyongyang dengan harapan langkah rekonsiliasi ini dapat membuka jalan bagi keterlibatan dengan Korea Utara.

Baru-baru ini, Seoul menunda sekitar setengah dari 40 latihan lapangan yang direncanakan dalam rangka latihan gabungan tahunan Korea Selatan–Amerika Serikat, Ulchi Freedom Shield, yang dijadwalkan akhir bulan ini hingga September, dengan alasan "berbagai faktor".

Keputusan penundaan ini diambil setelah Korea Utara mengecam latihan gabungan tersebut dan menuduh Korea Selatan "mengikuti secara membabi buta" persekutuannya dengan Amerika Serikat.

Menanggapi hal ini, Menteri Unifikasi Chung Dong-young, pejabat tinggi Korea Selatan untuk urusan Korea Utara, menyatakan akan mengusulkan penyesuaian latihan militer gabungan kepada Presiden Lee.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Tria Dianti