Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Di KTT ASEAN-AS, Trump Tegaskan Komitmen AS Jadi Mitra Kuat Asia Tenggara Hadapi Pengaruh China

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Di KTT ASEAN-AS, Trump Tegaskan Komitmen AS Jadi Mitra Kuat Asia Tenggara Hadapi Pengaruh China
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Minggu (26/10/2025). (ANTARA/Fathur Rochman).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, 26 Oktober 2025.

AS Usung Indo-Pasifik Bebas dan Terbuka, Perjanjian Mineral Jadi Langkah Strategis

Trump menyatakan bahwa Washington ingin menjadi mitra dan teman kuat bagi kawasan Asia Tenggara dalam jangka panjang.

"Amerika Serikat 100 persen bersama Anda sekalian dan kami berniat menjadi mitra dan teman yang kuat hingga generasi selanjutnya," ungkapnya.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan komitmen AS untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berkembang, di tengah meningkatnya pengaruh China di wilayah tersebut.

Kehadiran Trump di Kuala Lumpur menjadi yang pertama sejak 2017 dalam pertemuan langsung dengan para pemimpin ASEAN.

Trump juga menyatakan bahwa AS telah memasuki "era keemasan", dengan tujuan kerja sama yang diarahkan pada penciptaan "kemakmuran yang hebat bagi bangsa-bangsa di kedua sisi Samudera Pasifik".

Meski begitu, sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam masih terdampak kebijakan tarif impor luas dari AS, dan menyatakan kekhawatiran atas pendekatan diplomasi Washington yang dinilai sulit diprediksi.

ASEAN Waspada Rivalitas AS-China, Kerja Sama Mineral Didorong

ASEAN berupaya menjaga netralitas dan tidak terseret dalam rivalitas antara AS dan China.

Keseriusan AS dalam keterlibatannya di kawasan juga dinilai dari kehadiran langsung Presiden AS dalam pertemuan tahunan dengan ASEAN.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyambut kedatangan Trump secara resmi.

Ia menyampaikan bahwa nilai perdagangan antara Asia Tenggara dan AS pada 2025 mencapai 453 miliar dolar AS atau sekitar Rp7,5 kuadriliun.

"Hari ini, kita berjanji bahwa hubungan kita akan semakin hebat," ujar Anwar dalam pidatonya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah AS mengumumkan perjanjian kerja sama mineral dengan Malaysia dan Thailand.

Tujuan dari perjanjian tersebut adalah meningkatkan diversifikasi rantai pasok mineral kritis di masing-masing negara.

Malaysia menjadi tujuan pertama dalam tur Asia Trump sejak kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025.

Setelah dari Kuala Lumpur, Trump dijadwalkan mengunjungi Jepang pada Senin dan Korea Selatan pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Penulis :
Ahmad Yusuf