
Pantau - Serangan udara Israel mengguncang Kota Beit Jinn di pedesaan barat daya Damaskus, Suriah, pada Jumat dini hari, 28 November 2025, dan menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Menurut laporan media pemerintah Suriah, insiden ini terjadi setelah terjadi bentrokan antara pasukan Israel dan warga setempat yang berujung pada aksi militer intensif.
Serangan Dipicu Bentrokan dan Pengepungan
Serangan udara dilaporkan terjadi tak lama setelah patroli militer Israel memasuki Beit Jinn dan menghadapi pengepungan dari warga setempat.
Bentrokan yang terjadi berkembang menjadi baku tembak, dan setelah pasukan Israel mundur, serangan udara dilancarkan dengan intensitas yang meningkat.
Stasiun televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan bahwa beberapa korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Upaya penyelamatan terkendala oleh keberadaan drone Israel yang terus terbang di wilayah tersebut, menghambat akses tim penyelamat dan membahayakan proses evakuasi.
Korban Luka dan Gelombang Pengungsian
Menurut beberapa narasumber medis yang dikutip Al-Ekhbariya, jenazah seorang wanita telah dibawa ke Rumah Sakit al-Mouwasat di Damaskus bersama dengan 11 korban luka lainnya, termasuk seorang wanita dan seorang anak.
Tingkat luka yang diderita para korban dilaporkan bervariasi, dari sedang hingga parah.
Akibat memburuknya situasi keamanan dan serangan berulang, terjadi gelombang pengungsian besar-besaran dari Beit Jinn, dengan puluhan keluarga melarikan diri ke kota dan desa yang dianggap lebih aman.
Aktivitas drone Israel juga terus berlangsung di sepanjang jalan antara Beit Jinn dan Mazraat Beit Jinn, memperparah ketegangan dan ketakutan warga.
Hambatan Penyelamatan dan Peringatan Pertahanan Sipil
Pertahanan Sipil Suriah melalui pernyataan di saluran Telegram menyampaikan bahwa tim mereka belum dapat memasuki kota untuk mengevakuasi korban luka atau menaksir kerusakan.
Hal ini disebabkan oleh ancaman dari amunisi yang belum meledak dan serangan udara yang masih berlanjut di sekitar lokasi.
Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa hambatan ini sangat berisiko terhadap keselamatan warga sipil yang masih berada di wilayah terdampak.
Sementara itu, laporan terbaru menyebutkan bahwa pasukan Israel telah mundur dari Beit Jinn dan kini mengambil posisi di Bukit Bat al-Warda, di pinggiran kota tersebut.
Hingga kini, belum ada data resmi yang dirilis mengenai jumlah pasti korban jiwa maupun skala kerusakan infrastruktur akibat serangan tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







