Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Emirat Arab Resmi Tarik Seluruh Pasukannya dari Yaman, Akhiri Misi Kontra Terorisme

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Uni Emirat Arab Resmi Tarik Seluruh Pasukannya dari Yaman, Akhiri Misi Kontra Terorisme
Foto: (Sumber: Ilustrasi negara Yaman. /ANTARA/Anadolu.py (Anadolu).)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pada Jumat malam, 2 Januari 2026, bahwa seluruh pasukannya telah ditarik dari Yaman.

Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan UEA menyebutkan bahwa seluruh personel militer Emirat telah kembali ke tanah air melalui koordinasi dengan para mitra terkait.

Penarikan ini merupakan bagian dari pelaksanaan keputusan UEA untuk mengakhiri misi kontra terorisme yang tersisa di wilayah Yaman.

Penarikan Pasukan Dilakukan Secara Mandiri dan Terkoordinasi

Menurut Kementerian Pertahanan UEA, langkah penarikan dilakukan atas kehendak UEA sendiri, dengan cara yang menjamin keselamatan seluruh personel militer, dan melalui koordinasi intensif dengan pihak-pihak berkepentingan.

Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan keberhasilan pasukan pemerintah Yaman merebut kembali posisi militer strategis di provinsi timur Hadhramaut.

Keberhasilan tersebut terjadi setelah pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) mundur dari sejumlah lokasi penting di wilayah tersebut.

Langkah penarikan UEA dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat dengan Arab Saudi, yang menuduh UEA mendorong pasukan STC untuk melancarkan operasi militer di perbatasan selatan kerajaan, khususnya di wilayah Hadhramaut dan Al-Mahra.

Ketegangan Regional dan Akhir Keterlibatan Militer UEA

UEA membantah tuduhan Arab Saudi terkait dukungan terhadap operasi militer STC dan menyatakan penarikan pasukan murni merupakan keputusan internal.

Sementara itu, STC menuduh pemerintah Yaman telah memarginalkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta kembali menyerukan pemisahan diri dari negara Yaman.

Pemerintah Yaman secara tegas menolak klaim tersebut dan menyatakan komitmennya terhadap persatuan dan integritas wilayah negara.

UEA sendiri sebelumnya tergabung dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi sejak 2015 untuk mendukung pemerintahan sah Yaman, memerangi organisasi teroris, dan mewujudkan keamanan serta stabilitas di kawasan tersebut.

Pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa pengumuman ini menjadi penutup dari seluruh keterlibatan militer mereka di Yaman.

Penulis :
Gerry Eka