
Pantau - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan telah mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Brasil, Kolombia, dan Spanyol, menyusul serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap negara tersebut pada 3 Januari 2026.
Komunikasi dengan Pemimpin Dunia dan Agenda Kerja Sama
Delcy Rodríguez menyampaikan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Kolombia Gustavo Petro, dan Presiden Spanyol Pedro Sánchez.
"Saya telah mengadakan percakapan dengan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva; Presiden Republik Kolombia, Gustavo Petro; serta Presiden Kerajaan Spanyol, Pedro Sánchez, dalam konteks agresi kriminal, ilegal, dan tidak sah yang dilakukan terhadap Republik Bolivarian Venezuela," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin sepakat mengenai pentingnya mendorong agenda kerja sama bilateral yang luas, berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Rodríguez juga menyampaikan laporan terperinci mengenai serangan bersenjata yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil dan personel militer, serta dugaan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk imunitas pribadi Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.
Serangan AS dan Penunjukan Delcy Rodríguez
Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran di Venezuela, dalam aksi yang menyebabkan penangkapan Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa keduanya akan diadili dengan tuduhan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Menanggapi situasi tersebut, Mahkamah Agung Venezuela mengalihkan tugas kepala negara secara sementara kepada Delcy Rodríguez, yang resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Dukungan Internasional
Rusia menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela, menyerukan pembebasan Nicolás Maduro dan Cilia Flores, serta meminta pencegahan eskalasi lebih lanjut atas konflik.
China mengikuti sikap Rusia dengan menyerukan pembebasan segera pasangan Maduro dan menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








