
Pantau - Lima pemimpin partai politik utama di Greenland menyatakan penolakan keras terhadap rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menyuarakan keinginan untuk mengambil alih wilayah Greenland.
Dalam pernyataan bersama yang disampaikan pada Sabtu, 11 Januari 2026, para pemimpin Greenland menegaskan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat maupun tetap di bawah bayang-bayang Denmark.
“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” demikian kutipan sikap resmi mereka.
Penegasan Kedaulatan dan Seruan untuk Menghentikan Tekanan AS
Para pemimpin Greenland juga meminta agar Amerika Serikat menghentikan pendekatan yang dianggap meremehkan kedaulatan wilayah mereka.
Mereka menegaskan bahwa masa depan Greenland harus sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.
Selama beberapa tahun terakhir, Greenland terus meningkatkan partisipasinya dalam berbagai urusan internasional, memperkuat posisi politik dan diplomatiknya.
Trump Isyaratkan Akuisisi, Tak Tutup Kemungkinan Jalur Militer
Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan minat untuk mengakuisisi Greenland, wilayah semi-otonom yang saat ini berada di bawah Kerajaan Denmark.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump menyebut, “Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland... karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland.”
Lebih jauh, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan penggunaan pendekatan militer.
“Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tetapi jika tidak bisa, kita akan melakukannya dengan cara sulit,” ujarnya.
Parlemen Greenland Siapkan Sidang Khusus, Dunia Internasional Bereaksi
Sebagai respon atas pernyataan Trump, parlemen Greenland (Inatsisartut) mengumumkan percepatan sidang untuk membahas situasi politik terkini dan melindungi hak-hak rakyat Greenland.
Sidang ini dimaksudkan untuk memastikan debat politik yang adil dan terjaga dalam koridor hukum internasional.
Pernyataan Trump juga memicu kecaman internasional, terutama dari negara-negara Eropa.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa tindakan sepihak seperti ini berisiko mengguncang stabilitas kawasan dan bahkan bisa berdampak pada kelangsungan NATO.
Greenland Serukan Diplomasi, Tegaskan Hak Menentukan Nasib Sendiri
Greenland secara tegas menolak segala bentuk pengambilalihan oleh Amerika Serikat dan menegaskan kembali identitas nasional mereka.
Mereka menyerukan bahwa setiap dialog atau kebijakan terkait wilayah Greenland harus dijalankan melalui jalur diplomasi yang menghormati prinsip-prinsip hukum internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti








