Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

IRENA Tegaskan Komitmen Energi Terbarukan Meski Amerika Serikat Rencanakan Keluar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

IRENA Tegaskan Komitmen Energi Terbarukan Meski Amerika Serikat Rencanakan Keluar
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) Francesco La Camera menyampaikan pernyataan dalam Sidang Majelis Umum ke-16 IRENA di Abu Dhabi, UAE, Minggu (11/1/2026). (ANTARA/HO-IRENA Assembly).)

Pantau - Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), Francesco La Camera, menegaskan bahwa rencana Amerika Serikat untuk keluar dari keanggotaan IRENA tidak akan memengaruhi komitmen lembaganya dalam mendukung transisi energi di Asia Tenggara dan negara berkembang lainnya.

Keanggotaan AS Belum Resmi Dicabut

Pernyataan tersebut disampaikan La Camera dalam media roundtable yang berlangsung di sela Sidang Majelis Umum ke-16 IRENA, bagian dari Abu Dhabi Sustainability Week yang diselenggarakan oleh Masdar di Abu Dhabi, Minggu (11/1/2026).

"Kami tidak melihat dampak pada kawasan tertentu," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses penarikan Amerika Serikat dari IRENA belum final, karena saat ini baru dalam bentuk memorandum presiden.

IRENA belum menerima dokumen penarikan resmi, sehingga AS masih berstatus sebagai anggota penuh, termasuk kewajiban membayar kontribusi tahunan.

Selama dokumen belum diserahkan secara formal, semua hak dan kewajiban Amerika Serikat dalam IRENA tetap berlaku.

IRENA Siapkan Antisipasi Pendanaan dan Fokus pada Negara Berkembang

Meski potensi keluarnya AS disayangkan, IRENA mulai menjajaki berbagai sumber pendanaan alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan anggaran.

"Kami sedang mencari cara untuk menutup celah pendanaan, termasuk bekerja sama dengan berbagai entitas lain," ujar La Camera.

Ia menegaskan bahwa negara-negara berkembang, terutama di Afrika dan Asia Tenggara, tetap menjadi fokus utama IRENA karena kawasan ini mengalami pertumbuhan permintaan energi yang cepat serta ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil.

"Jika kita tidak mengintervensi permintaan energi di kawasan ini, itu akan berdampak buruk bagi transisi energi global dan pencapaian target Perjanjian Paris," ia menekankan.

La Camera juga menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana AS.

"Ini sangat disesalkan, tetapi politik kadang membawa kita pada situasi seperti ini. Kami harus menerimanya dan berupaya bekerja lebih baik," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menarik Amerika Serikat dari 66 organisasi PBB dan lembaga internasional lainnya.

Keputusan tersebut diumumkan melalui memorandum presiden yang dirilis Gedung Putih pada Rabu (7/1), dengan alasan bahwa sejumlah organisasi dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional AS.

Penulis :
Gerry Eka