Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Desak PBB Kecam Amerika Serikat atas Tuduhan Hasutan Kekerasan dan Ancaman terhadap Kedaulatan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Iran Desak PBB Kecam Amerika Serikat atas Tuduhan Hasutan Kekerasan dan Ancaman terhadap Kedaulatan
Foto: Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran (sumber: Anadolu)

Pantau - Iran secara resmi meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam Amerika Serikat atas tuduhan menghasut kekerasan dan mengancam akan menggunakan kekuatan terhadap Iran, sebagaimana disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat tertanggal Selasa, 13 Januari 2026.

Iran Tuduh Trump Hasut Kekerasan lewat Media Sosial

Surat resmi tersebut ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Duta Besar Somalia untuk PBB, Abukar Dahir Osman, yang saat ini menjabat sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Januari.

Iravani menuduh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menghasut kekerasan di Iran melalui unggahan di platform media sosial Truth Social.

Dalam suratnya, Iravani menegaskan: "Pernyataan sembrono ini secara eksplisit mendorong destabilisasi politik, menghasut dan mengajak kekerasan, serta mengancam kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan nasional Republik Islam Iran," ungkapnya.

Iran Minta PBB Ambil Sikap dan Ajak Anggota PBB Bersikap Netral

Iravani menyerukan kepada Sekretaris Jenderal dan Dewan Keamanan PBB "untuk memenuhi tanggung jawab mereka berdasarkan Piagam PBB dengan secara tegas mengutuk semua bentuk hasutan kekerasan, ancaman penggunaan kekerasan, dan campur tangan" Amerika Serikat dalam urusan internal Iran, ia mengungkapkan.

Pada hari yang sama, Kedutaan Virtual AS di Iran mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar segera meninggalkan wilayah Iran.

Iran juga meminta seluruh negara anggota PBB agar menahan diri dari pernyataan atau tindakan yang bersifat provokatif dan tidak bertanggung jawab.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan dan pernyataan seperti itu melanggar prinsip-prinsip dasar dalam Piagam PBB, khususnya yang menyangkut kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan politik Republik Islam Iran.

Penulis :
Shila Glorya