Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Akan Gelar KTT Internasional Bahas Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Inggris Akan Gelar KTT Internasional Bahas Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz (sumber: Xinhua/Lauren Hurley)

Pantau - Inggris akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi internasional untuk membahas pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Rabu, 1 April 2026.

KTT tersebut dijadwalkan berlangsung dalam pekan yang sama dengan fokus utama pada situasi strategis di jalur perdagangan energi global tersebut.

Upaya Diplomatik dan Stabilitas Ekonomi

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper akan memimpin langsung pertemuan para pemimpin internasional dalam forum tersebut.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya global untuk mengatasi dampak ekonomi yang semakin memburuk akibat konflik di Timur Tengah.

Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan terlibat langsung dalam konflik yang sedang berlangsung.

Ia menekankan bahwa solusi utama untuk menekan kenaikan biaya hidup adalah melalui deeskalasi konflik di kawasan tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai menjadi langkah penting untuk menstabilkan ekonomi global yang terdampak gangguan distribusi energi.

Tekanan Global dan Sikap Amerika Serikat

Starmer menyatakan bahwa pemerintah Inggris sedang menjajaki semua jalur diplomatik yang tersedia untuk meredakan ketegangan.

Ia juga memperingatkan adanya tekanan ekonomi yang terus meningkat akibat situasi yang belum menunjukkan tanda mereda.

Prospek ekonomi global ke depan disebut sangat bergantung pada durasi konflik dan kecepatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum sepenuhnya siap menarik dukungan militer AS dari kawasan tersebut.

Dukungan militer tersebut berkaitan dengan upaya menekan Iran agar membuka kembali jalur strategis tersebut.

Trump juga mendesak negara-negara sekutu untuk mengambil peran yang lebih besar dalam menangani situasi tersebut.

Penulis :
Shila Glorya