Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Ancaman Aksi Militer terhadap Iran Dapat Perburuk Situasi yang Sudah Gawat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PBB Peringatkan Ancaman Aksi Militer terhadap Iran Dapat Perburuk Situasi yang Sudah Gawat
Foto: Ilustrasi - Markas besar PBB di New York (sumber: ANTARA/Anadolu)

Pantau - Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa meningkatnya retorika mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran dapat memperburuk situasi yang sudah bergejolak di negara tersebut.

Peringatan PBB di Sidang Darurat Dewan Keamanan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Martha Ama Akyaa Pobee, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Afrika pada Departemen Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian serta Operasi Perdamaian, dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 15 Januari 2026.

"Selama hampir tiga pekan, aksi protes rakyat di Republik Islam Iran telah berkembang cepat menjadi gejolak nasional, yang mengakibatkan hilangnya banyak nyawa," ungkapnya.

Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan Iran dalam merespons aksi protes.

Ia menekankan pentingnya mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut di tengah gelombang demonstrasi yang masih berlangsung, meski dalam skala lebih kecil dibandingkan pekan sebelumnya.

Pemantau hak asasi manusia melaporkan adanya penangkapan massal terkait protes, dengan jumlah tahanan diperkirakan melebihi 18.000 orang hingga pertengahan Januari 2026.

Namun, Pobee menegaskan bahwa PBB hingga kini belum dapat memverifikasi jumlah tersebut secara independen.

Ia menyebut bahwa situasi di Iran sangat dinamis dan sangat mengkhawatirkan.

Ancaman Serangan Militer dan Ketegangan Regional

Pobee menyampaikan keprihatinan atas munculnya berbagai pernyataan publik yang mengisyaratkan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

"Dimensi eksternal seperti itu meningkatkan ketidakstabilan dalam situasi yang sudah sangat mudah memanas," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk mencegah memburuknya keadaan dan menyerukan penyelesaian sengketa secara damai.

Menurut Pobee, Sekretaris Jenderal PBB menegaskan kembali prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk larangan ancaman atau penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.

"Prinsip-prinsip itu bukanlah gagasan abstrak, melainkan landasan perdamaian dan keamanan internasional. Prinsip tersebut tetap relevan hingga saat ini sebagaimana pada saat Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan," ia mengungkapkan.

Sidang darurat ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan regional, terutama menyusul pernyataan-pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berulang kali menyuarakan dukungan terhadap para demonstran di Iran.

Aksi protes anti-pemerintah telah meluas sejak bulan lalu dan berujung pada tudingan dari pejabat Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan dan aksi terorisme.

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis angka resmi mengenai jumlah korban tewas maupun jumlah tahanan.

Namun, menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), kelompok berbasis di AS, lebih dari 2.600 orang telah tewas, termasuk para pengunjuk rasa dan aparat keamanan.

Penulis :
Arian Mesa