Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sultan Ibrahim Kecewa Korupsi di Tubuh Militer, Desak Penindakan Tegas hingga ke Peringkat Tertinggi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sultan Ibrahim Kecewa Korupsi di Tubuh Militer, Desak Penindakan Tegas hingga ke Peringkat Tertinggi
Foto: Tangkapan layar - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim bin Sultan Iskandar berbicara di Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur 19/1/2026 (sumber: YouTube Parlemen Malaysia)

Pantau - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim bin Sultan Iskandar menyatakan kekecewaannya terhadap maraknya kasus korupsi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM), termasuk yang melibatkan petinggi militer, dalam pidatonya di pembukaan Sidang Pertama Masa Jabatan Ke-15 Parlemen Malaysia pada Senin, 19 Januari 2026, di Kuala Lumpur.

Korupsi di Militer Dinilai Mencoreng Institusi Negara

Pernyataan tegas Sultan Ibrahim muncul menyusul laporan yang mengungkap praktik rasuah di institusi militer.

"Saya amat kecewa apabila berlakunya kasus rasuah dalam Angkatan Tentera Malaysia sampai peringkat tertinggi. Sepertinya selepas ini, saya terpaksa melantik seorang sarjan sahaja untuk menjadi Panglima Angkatan Tentera," ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa kasus korupsi yang terungkap di ATM kemungkinan hanyalah puncak dari gunung es, karena praktik serupa diyakini juga terjadi di institusi lain seperti bea dan cukai, imigrasi, kepolisian, hingga lembaga legislatif.

Menurut Sultan Ibrahim, selama praktik korupsi masih berlangsung, maka seluruh upaya dan perencanaan pembangunan tidak akan dapat berjalan secara sempurna.

Seruan Aksi Nasional Perangi Korupsi

Sultan Ibrahim menyerukan agar perang terhadap korupsi dilakukan secara besar-besaran dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

"Bukan sahaja penerima yang harus ditangkap, tetapi juga pemberi dan ejen yang berkaitan mesti diambil tindakan," ia mengungkapkan.

Ia juga meminta Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) untuk bertindak cepat, tegas, dan profesional dalam menyelidiki berbagai kasus korupsi.

Sultan Ibrahim mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk memastikan bahwa hakim-hakim yang menangani kasus rasuah memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai.

Menurutnya, para pelaku korupsi dan pihak-pihak yang melindungi mereka merupakan pengkhianat negara.

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat publik dan anggota parlemen agar menjalankan amanah rakyat dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Penulis :
Leon Weldrick