Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Macron Kecam Ancaman Tarif AS Soal Greenland, Desak Uni Eropa Aktifkan Instrumen Anti-Koersi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Macron Kecam Ancaman Tarif AS Soal Greenland, Desak Uni Eropa Aktifkan Instrumen Anti-Koersi
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di Markas PBB di New York, Amerika Serikat (22/9/2025). (ANTARA/Anadolu/py.am.).)

Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan akan meminta Uni Eropa mengaktifkan Instrumen Anti-Koersi jika ancaman tarif dari Amerika Serikat benar-benar diberlakukan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.

Informasi ini disampaikan oleh radio Prancis RTL pada Minggu, 18 Januari 2026, mengutip sumber dekat dengan Macron.

Sehari sebelumnya, Sabtu (17 Januari), Macron mengecam ancaman tarif tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima".

" Negara-negara Eropa akan merespons sebagai kesatuan dan secara terkoordinasi jika ancaman tersebut benar-benar diberlakukan," tegas Macron.

Trump Ancam Tarif Hingga 25 Persen Jika AS Tak Dapatkan Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap seluruh barang dari delapan negara Eropa, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif tersebut akan diberlakukan mulai 1 Februari 2026.

Trump menambahkan bahwa tarif akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni, dan akan terus berlaku sampai kesepakatan mengenai pembelian Greenland oleh AS tercapai.

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dan menjadi wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark.

Meski demikian, kebijakan luar negeri dan pertahanan Greenland tetap berada di bawah kendali pemerintah Denmark.

Sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2025, Trump secara terbuka kembali menyatakan keinginannya untuk "mendapatkan" Greenland.

Penulis :
Aditya Yohan