Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Laporan PBB: Dunia Masuki Era Kebangkrutan Air Global, Seruan untuk Manajemen Krisis Jangka Panjang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Laporan PBB: Dunia Masuki Era Kebangkrutan Air Global, Seruan untuk Manajemen Krisis Jangka Panjang
Foto: (Sumber: Warga Sudan mengambil air dari Sungai Nil dekat lingkungan Al-Hattana di Kota Omdurman, Khartoum, Sudan (25/5/2025). ANTARA/Xinhua/Mohamed Khidir/aa.)

Pantau - Dunia tengah menghadapi ancaman serius memasuki era kebangkrutan air global, demikian disampaikan dalam laporan terbaru yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 20 Januari 2026.

Sistem Air Dunia Telah Melewati Batas Kritis

Laporan tersebut diterbitkan oleh Institut Air, Lingkungan, dan Kesehatan Universitas PBB (United Nations University Institute for Water, Environment and Health).

Dokumen ini menguraikan krisis yang dipicu oleh kombinasi penurunan kronis cadangan air tanah, alokasi air berlebihan, degradasi lahan, deforestasi, dan polusi, yang semuanya diperparah oleh dampak perubahan iklim.

Akibatnya, banyak wilayah telah melewati batas hidrologisnya dan tidak lagi bisa pulih ke kondisi semula.

Laporan ini menekankan bahwa istilah seperti stres air dan krisis air tidak lagi relevan bagi sejumlah wilayah, karena sistem air di sana sudah memasuki tahap paskakrisis.

Tahap tersebut ditandai dengan kerugian yang tidak dapat dipulihkan serta ketidakmampuan sistem air untuk kembali ke tingkat historisnya.

Kaveh Madani, penulis utama laporan, menyatakan, "Laporan ini mengungkapkan kebenaran yang tidak mengenakkan: Banyak wilayah hidup melebihi kapasitas hidrologis mereka, dan banyak sistem air penting telah mengalami kebangkrutan."

Separuh Danau Dunia Menyusut, Dua Miliar Orang Terancam

Laporan ini mengungkapkan bahwa perairan permukaan dan lahan basah mengalami penyusutan secara cepat.

Lebih dari separuh danau besar dunia tercatat kehilangan volume air sejak awal 1990-an.

Situasi ini berdampak langsung terhadap sekitar seperempat populasi global.

Cadangan air tanah yang semakin menipis menjadi indikator serius bahwa bahkan sumber daya air tersembunyi pun kini terkuras.

Sekitar 70 persen akuifer utama dunia mengalami penurunan jangka panjang.

Akibatnya, penurunan permukaan tanah yang dipicu pemompaan air tanah secara berlebihan kini memengaruhi hampir dua miliar orang di berbagai belahan dunia.

Selain itu, kualitas air yang terus menurun akibat pencemaran turut mempercepat proses kebangkrutan air.

Seruan untuk Beralih ke Manajemen Kebangkrutan Air

Laporan ini menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk tidak lagi merespons krisis air secara jangka pendek dan reaktif.

Sebaliknya, pendekatan manajemen kebangkrutan air harus segera diadopsi untuk merespons krisis sistemik ini secara menyeluruh.

Beberapa langkah konkret yang disarankan dalam laporan antara lain:

  • Mengurangi dan mengalokasikan ulang permintaan air
  • Menekan polusi air
  • Memberantas eksploitasi ilegal sumber daya air
  • Menetapkan kembali agenda air global yang berkelanjutan

Laporan ini dirilis menjelang Konferensi Air PBB 2026 sebagai bentuk peringatan dini dan seruan mendesak bagi negara-negara untuk mengambil langkah kolektif menghadapi ancaman global terhadap ketersediaan air.

Penulis :
Aditya Yohan