Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

UEA Tegaskan Tidak Akan Izinkan Wilayahnya Digunakan untuk Serangan terhadap Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UEA Tegaskan Tidak Akan Izinkan Wilayahnya Digunakan untuk Serangan terhadap Iran
Foto: (Sumber: Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa..)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah udara, wilayah teritorial, maupun perairannya digunakan dalam aksi militer yang bersifat bermusuhan terhadap Iran, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Tehran.

UEA Dorong Dialog dan Penolakan Terhadap Aksi Militer

Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri UEA pada Senin, 26 Januari 2026.

UEA menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan dukungan logistik dalam bentuk apa pun terhadap potensi serangan ke Tehran.

Dalam pernyataan resminya, UEA menyampaikan bahwa dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan pendekatan paling efektif dalam meredakan krisis yang sedang berlangsung.

UEA menekankan komitmennya pada penyelesaian konflik secara diplomatik, dan menolak keterlibatan dalam konflik militer regional yang berisiko memicu ketidakstabilan lebih luas.

Ketegangan AS–Iran Meningkat, Armada Militer Bergerak ke Teluk

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat sejak gelombang protes anti-pemerintah pecah di sejumlah kota Iran akibat krisis ekonomi yang memburuk.

Media AS melaporkan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln, bersama tiga kapal perusak, telah tiba di Samudra Hindia pada Jumat lalu dan sedang bergerak menuju Teluk Oman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan ke Iran.

Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pengerahan armada tersebut, dan menegaskan bahwa Washington memantau situasi di Iran dengan ketat.

Pemerintah AS juga menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk tindakan militer, dalam merespons situasi di Tehran.

Dukungan terbuka juga datang dari Israel, yang disebut menginginkan perubahan sistem pemerintahan di Iran.

Iran Siap Balas Serangan, Referensi pada Konflik 2025

Menanggapi ancaman tersebut, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan militer dari AS akan dibalas secara cepat dan komprehensif.

Ketegangan kali ini juga mengingatkan pada konflik bersenjata yang terjadi pada Juni 2025, ketika Israel, dengan dukungan dari AS, melancarkan serangan terhadap Iran yang berlangsung selama 12 hari.

Iran merespons saat itu dengan meluncurkan drone dan rudal, hingga akhirnya gencatan senjata diumumkan oleh pihak Washington.

Situasi terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran akan eskalasi konflik bersenjata skala regional, di tengah tekanan internasional untuk menahan diri dan memilih jalur diplomatik.

Penulis :
Ahmad Yusuf