Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Menantang Donald Trump Mengirim Kapal Perang ke Teluk Persia di Tengah Ketegangan dan Klaim Kendali Selat Hormuz

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Iran Menantang Donald Trump Mengirim Kapal Perang ke Teluk Persia di Tengah Ketegangan dan Klaim Kendali Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi - Angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran pada 19/2/2026 (sumber: ANTARA/Latihan Gabungan Militer Angkatan Laut/Tentara Iran/Handout)

Pantau - Iran menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Teluk Persia setelah Washington menuduh kemampuan angkatan laut Iran telah dihancurkan dalam konflik yang sedang berlangsung.

Pemerintah Iran membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa kekuatan militernya masih utuh serta siap menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya.

Juru Bicara Korps Garuda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Iran.

"Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut Korps Garuda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Iran memiliki kedaulatan penuh atas itu," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan klaim Iran atas jalur strategis Selat Hormuz yang merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Iran Klaim Serangan Ratusan Rudal dan Ribuan Drone

Naini juga mengungkapkan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 pesawat nirawak dalam konflik yang sedang berlangsung.

Serangan tersebut disebut menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Ia sekaligus menantang pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim telah menghancurkan angkatan laut Iran.

"Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapalnya ke wilayah Teluk Persia," ujarnya.

Ketegangan Memuncak Usai Serangan Gabungan

Ketegangan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini.

Korban tewas termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal ke sejumlah wilayah.

Serangan tersebut menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer milik Amerika Serikat.

Iran juga disebut telah menutup Selat Hormuz secara efektif sejak awal Maret sehingga berpotensi memengaruhi jalur perdagangan energi global.

Penulis :
Shila Glorya