
Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengumumkan pembentukan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz pada pekan ini di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut.
Laporan mengenai rencana tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat sebagai sumber informasi.
Para pejabat Amerika Serikat saat ini masih mendiskusikan waktu dimulainya operasi pengawalan kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.
Opsi Waktu Pelaksanaan Operasi
Pejabat terkait mempertimbangkan beberapa opsi mengenai waktu pelaksanaan operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memulai operasi sebelum berakhirnya permusuhan yang terjadi di wilayah tersebut.
Opsi lainnya adalah memulai operasi setelah konflik yang terjadi di kawasan tersebut mulai mereda.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright sebelumnya menyatakan bahwa militer Amerika Serikat dapat mulai mengawal kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz paling cepat pada akhir Maret.
Ia juga mengungkapkan, "militer Amerika Serikat dapat mulai mengawal kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz paling cepat pada akhir Maret."
Chris Wright juga mencatat bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini belum memiliki kemampuan penuh untuk melakukan pengawalan tersebut.
Dampak Ketegangan terhadap Jalur Energi Global
Ketegangan dan konflik yang meningkat di sekitar wilayah Iran menyebabkan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz hampir terhenti.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Meningkatnya ancaman keamanan di wilayah tersebut juga berdampak pada sektor asuransi pelayaran internasional.
Sejumlah perusahaan asuransi mulai menaikkan premi asuransi bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Perusahaan asuransi juga mulai meninjau kembali cakupan perlindungan untuk perjalanan kapal yang melewati jalur pelayaran strategis tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa








