
Pantau - Pemerintah Jepang memutuskan membuka keran cadangan minyak nasional dengan memerintahkan perusahaan minyak dalam negeri melepas sebagian stok ke pasar guna mengurangi dampak gangguan pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Ekonomi Jepang melalui dokumen resmi pemerintah yang memerintahkan seluruh kilang minyak, perusahaan pemasaran, serta importir minyak untuk mulai melepas sebagian cadangan mereka.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, "Berdasarkan UU Pemeliharaan Cadangan Minyak tahun 1975, keputusan telah dibuat untuk mengurangi cadangan minyak dasar", demikian bunyi ketetapan pemerintah.
Keputusan itu diambil berdasarkan Undang-Undang Pemeliharaan Cadangan Minyak tahun 1975 sebagai respons atas lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan pelepasan cadangan minyak tersebut berlaku hingga 15 April.
Pemerintah Lepas 80 Juta Barel Cadangan Minyak
Pemerintah Jepang berencana melepas sekitar 80 juta barel minyak dari cadangan nasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan minyak Jepang selama sekitar 45 hari.
Dari total pelepasan tersebut, sekitar 15 hari kebutuhan minyak akan dipenuhi dari cadangan komersial milik perusahaan.
Sementara sekitar 30 hari kebutuhan minyak akan berasal dari cadangan strategis yang disimpan oleh pemerintah.
Pengurangan cadangan minyak dilakukan dari dua sumber sekaligus, yakni cadangan pemerintah dan cadangan komersial milik sektor swasta.
Jepang Sangat Bergantung pada Pasokan Minyak Timur Tengah
Saat keputusan tersebut diambil, Jepang masih memiliki cadangan minyak yang cukup besar.
Total stok cadangan minyak Jepang tercatat mampu memenuhi kebutuhan energi nasional selama sekitar 254 hari.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 470 juta barel minyak.
Dari total cadangan itu, sekitar 146 hari kebutuhan minyak tersimpan dalam fasilitas penyimpanan milik pemerintah.
Sementara sekitar 101 hari kebutuhan minyak berada di fasilitas penyimpanan milik sektor swasta.
Jepang diketahui sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Sekitar 94 persen pasokan minyak Jepang berasal dari wilayah tersebut.
Hampir seluruh pengiriman minyak dari Timur Tengah menuju Jepang harus melewati Selat Hormuz yang kini ditutup akibat konflik perang di kawasan tersebut.
Gangguan di Selat Hormuz bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah wilayah termasuk ibu kota Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Arian Mesa








