
Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini tengah bernegosiasi dengan AS, dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Sabtu, 31 Januari 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump mengungkapkan bahwa upaya sebelumnya untuk melucuti senjata nuklir Iran tidak berhasil, sehingga saat ini AS sedang menempuh pendekatan berbeda.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut bahwa armada militer besar AS sedang menuju Iran, dan beberapa kekuatan militer masih ditempatkan di Venezuela.
Tolak Bagikan Rencana Militer ke Sekutu Teluk
Trump menyatakan tidak akan membagikan rencana militer AS kepada negara-negara sekutu Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau Qatar.
Ia menyebut membocorkan strategi ke sekutu Teluk hampir sama buruknya dengan membocorkannya ke publik.
“Memberi tahu negara-negara Teluk soal strategi kita hampir seperti membocorkan ke media,” ujarnya dalam wawancara tersebut.
Konteks Ketegangan Regional
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap potensi eskalasi antara AS dan Iran, menyusul serangkaian peristiwa yang memperkeruh situasi keamanan di Timur Tengah.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait klaim Trump mengenai negosiasi yang sedang berlangsung.
Pengamat internasional menilai pernyataan Trump dapat mempengaruhi dinamika diplomasi dan militer di kawasan dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Gerry Eka








