Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Warga Palestina yang Kembali Lewat Rafah Alami Interogasi dan Ancaman dari Israel

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Warga Palestina yang Kembali Lewat Rafah Alami Interogasi dan Ancaman dari Israel
Foto: (Sumber: Kepulangan warga Palestina dari Mesir ke Jalur Gaza setelah perbatasan Rafah dibuka. (ANTARA).)

Pantau - Kelompok pertama warga Palestina yang kembali ke Jalur Gaza dari Mesir melalui penyeberangan Rafah mengalami interogasi, perlakuan kasar, dan ancaman penahanan dari pasukan Israel.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Zaher al-Wahidi, kepada media Rusia, RIA Novosti.

Menurutnya, "hanya lima pasien diizinkan berangkat untuk berobat", sementara "12 warga yang kembali dari Mesir mengalami perlakuan buruk".

"Mereka melaporkan diinterogasi, diperlakukan dengan kasar, diancam akan ditahan atau dikirim kembali ke Mesir, termasuk perempuan", ungkap al-Wahidi.

Ia menyebut bahwa "hari pertama pembukaan penyeberangan berjalan sangat buruk".

Rafah Dibuka Kembali setelah Ditutup Berbulan-bulan

Penyeberangan Rafah kembali dibuka pada hari Senin setelah ditutup selama berbulan-bulan sejak pengambilalihan wilayah Gaza oleh pasukan Israel pada Mei 2024.

Berdasarkan kebijakan yang diberlakukan, sebanyak 150 warga Gaza diperbolehkan keluar setiap harinya dari wilayah tersebut.

Sementara itu, hanya 50 warga Gaza yang diizinkan kembali masuk dari Mesir setelah melalui prosedur yang ketat dan mendapat persetujuan dari otoritas Israel.

Pengelolaan penyeberangan Rafah saat ini dilakukan oleh Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) bekerja sama dengan otoritas Mesir.

Proses tersebut dijalankan dengan koordinasi keamanan bersama pihak Israel.

Setiap hari, pemerintah Mesir menyerahkan daftar 50 warga Gaza yang hendak kembali untuk ditinjau dan disetujui oleh Israel.

Sementara itu, EUBAM juga menyampaikan daftar 150 warga yang hendak keluar dari Gaza, lengkap dengan tujuan akhir mereka.

Rafah Jadi Jalur Vital bagi Warga Palestina

Sebelum perang, penyeberangan Rafah merupakan satu-satunya jalur keluar-masuk Palestina yang tidak dikendalikan langsung oleh Israel.

Rafah memegang peranan vital sebagai jalur utama untuk bantuan kemanusiaan, evakuasi korban luka, dan penyaluran pasokan penting dari komunitas internasional.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf