Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Hamas Tuduh Israel Batasi Bantuan ke Gaza, Krisis Kemanusiaan Memburuk di Musim Dingin

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hamas Tuduh Israel Batasi Bantuan ke Gaza, Krisis Kemanusiaan Memburuk di Musim Dingin
Foto: (Sumber: Sebuah ambulans Mesir dan truk bantuan terlihat di perbatasan Rafah di Sinai Utara, Mesir, Senin (2/2/2026). ANTARA/Xinhua/Stringer/aa..)

Pantau - Hamas menuding Israel secara sistematis membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, yang memperburuk krisis yang dialami warga sipil di tengah musim dingin yang ekstrem dan memburuk.

Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa Israel hanya mengizinkan pasokan bahan bakar dan gas memasak dalam jumlah yang sangat minim, jauh dari kebutuhan warga.

"Israel melanggar perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung," ungkapnya.

Jumlah Bantuan Dinilai Tak Sesuai Klaim Israel

Qassem juga membantah laporan resmi Israel mengenai jumlah bantuan yang dikirimkan ke Gaza.

Ia menegaskan bahwa angka sebenarnya jauh di bawah setengah dari jumlah yang diklaim pemerintah Israel.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap kemampuan operasional Pertahanan Sipil Gaza, yang melaporkan kekurangan bahan bakar membuat kendaraan darurat dan operasional mereka tidak bisa dijalankan.

"Tanpa bahan bakar, kami tidak bisa melakukan evakuasi atau distribusi bantuan," ungkap salah satu petugas, seraya menyerukan bantuan mendesak dari organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan.

Korban Sipil Terus Bertambah

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa pada Selasa (3/2), seorang pria Palestina tewas akibat tembakan Israel di wilayah Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Pada hari yang sama, serangan udara Israel juga dilaporkan terjadi di sebelah timur Khan Younis, serta pembongkaran bangunan perumahan di sebelah timur Kota Gaza.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Israel terkait insiden tersebut.

Sejak diberlakukannya gencatan senjata terbaru antara Israel dan Hamas pada 10 Oktober 2025, otoritas kesehatan di Gaza mencatat setidaknya 529 warga Palestina tewas dan 1.462 lainnya luka-luka akibat serangan militer.

Penulis :
Aditya Yohan