
Pantau - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan via telepon pada Rabu malam, 4 Februari 2026, membahas hubungan bilateral kedua negara, termasuk isu sensitif Taiwan.
Dalam pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri China, Xi Jinping menegaskan bahwa Taiwan adalah isu paling penting dan sensitif dalam hubungan China-AS.
"Taiwan adalah wilayah China," tegas Xi.
Ia menekankan komitmen penuh untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negaranya serta menolak segala bentuk upaya pemisahan Taiwan.
Teguran soal Penjualan Senjata dan Harapan Hubungan Stabil
Xi juga mendesak Amerika Serikat agar bersikap bijaksana dalam kebijakan penjualan senjata ke Taiwan.
Sebelumnya, pada 17 Desember 2025, AS menjual senjata dan peralatan militer senilai lebih dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp183,9 triliun) kepada Taiwan, yang langsung memicu protes keras dari Beijing.
Xi mengingatkan bahwa pertemuan sebelumnya di Busan pada 30 Oktober 2025 telah menetapkan arah hubungan yang positif antara China dan Amerika Serikat.
Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum peningkatan saling percaya dan kerja sama saling menguntungkan di tengah tantangan global.
Xi juga menyampaikan bahwa:
- China akan memulai pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15
- AS akan merayakan 250 tahun kemerdekaannya
- Keduanya akan menjadi tuan rumah ajang internasional: China untuk APEC, AS untuk KTT G20
Xi menyerukan agar kedua negara memperkuat dialog, mengelola perbedaan, dan memperluas kerja sama praktis dengan semangat kesetaraan dan saling menghormati.
Trump Ingin Hubungan Ekonomi Tetap Kuat
Presiden Trump dalam responsnya menyatakan bahwa China dan AS adalah dua negara dengan hubungan bilateral paling penting di dunia.
"Saya memiliki hubungan baik dan sangat menghormati Presiden Xi. Di bawah kepemimpinan kami, kerja sama ekonomi dan perdagangan berjalan baik, dan saya ingin melihat China berhasil," ujar Trump.
Ia juga menyampaikan keinginan untuk memperdalam kerja sama dan menciptakan lebih banyak kemajuan dalam hubungan bilateral selama masa kepresidenannya.
Trump menegaskan bahwa ia memahami posisi China terkait Taiwan dan berharap dialog terus terjaga untuk mempertahankan stabilitas kawasan.
Tekanan Tambahan dari Kerja Sama AS–Taiwan
Sebelumnya, pada 15 Januari 2026, Amerika Serikat dan Taiwan mengumumkan kesepakatan dagang besar senilai 250 miliar dolar AS untuk sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi.
Sebagai bagian dari kesepakatan, AS menurunkan tarif impor produk Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen, sementara Taiwan memberikan tambahan jaminan kredit senilai 250 miliar dolar AS untuk mendukung perusahaan kecil dalam rantai pasok chip di AS.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyebut bahwa target AS adalah memindahkan 40 persen rantai pasok dan produksi chip dari Taiwan ke dalam negeri, mengingat Taiwan adalah produsen chip komputer tercanggih di dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








