Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Israel Peringatkan AS Siap Serang Iran Sendiri Jika Program Rudal Balistik Lampaui Garis Merah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Israel Peringatkan AS Siap Serang Iran Sendiri Jika Program Rudal Balistik Lampaui Garis Merah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri..)

Pantau - Israel memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka siap melancarkan serangan sendiri terhadap Iran apabila program pengembangan rudal balistik Teheran dinilai melampaui garis merah dan mengancam eksistensi negara tersebut.

Peringatan itu dilaporkan harian The Jerusalem Post dengan mengutip pejabat pertahanan Israel.

Ancaman Rudal Balistik dan Kesiapan Militer Israel

Pejabat Israel menyampaikan kepada pihak Amerika bahwa Israel akan menyerang secara mandiri jika Iran terus mengembangkan dan memproduksi rudal balistik yang dianggap sebagai ancaman eksistensial.

Dalam beberapa pekan terakhir, niat Israel untuk menggagalkan pengembangan rudal Iran telah disampaikan kepada militer Amerika Serikat melalui berbagai jalur komunikasi.

Militer Israel disebut telah menyiapkan rencana operasional yang mencakup opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas utama produksi rudal Iran.

Dinamika Diplomasi Nuklir Iran dan Sikap Internasional

Pada Jumat, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Iran kembali digelar di Muscat setelah sempat terhenti selama beberapa bulan dengan mediasi Oman.

Pada Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan armada besar sedang menuju Iran sembari berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang adil dan seimbang.

Trump juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran akan memicu serangan Amerika Serikat di masa depan yang jauh lebih buruk dibandingkan serangan sebelumnya.

Iran membantah adanya dimensi militer dalam program nuklirnya.

Pada Juni, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi menyatakan lembaganya belum melihat bukti konkret bahwa Iran memiliki program senjata nuklir yang aktif.

Penulis :
Aditya Yohan