
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak dapat menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lavrov menyampaikan penegasan tersebut saat menjawab pertanyaan terkait kemungkinan Dewan Perdamaian menjadi alternatif pengganti PBB dalam menyelesaikan konflik di Gaza.
"Tidak. Ini cerita yang berbeda," ungkapnya saat memberikan tanggapan.
Kritik Rusia terhadap AS dan Dewan Perdamaian
Lavrov menilai Amerika Serikat tidak menyukai keberadaan PBB, tanpa memandang afiliasi politik pemerintah yang sedang berkuasa.
Menurutnya, mekanisme di PBB mengharuskan adanya kompromi dan pendekatan persuasif, sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan pendekatan AS.
"Mereka ingin agar mekanisme itu menyerupai dewan perdamaian. Mereka akan berkata, 'Kami akan mengelolanya,' mereka akan memutuskan, dan Anda berkumpul di sana dan mencari solusi," ia mengungkapkan.
Dewan Perdamaian sendiri diumumkan oleh Donald Trump pada Januari, dengan mengundang pemimpin dari sekitar 50 negara untuk bergabung dalam forum tersebut.
Dukungan Dana dari Rusia dan Posisi Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung Dewan Perdamaian dengan dana sebesar 1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp17 triliun.
Dana tersebut berasal dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh pemerintah AS.
"Kita bisa mentransfer 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di bawah pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian," ungkap Putin dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada Rabu, 21 Januari.
Putin menambahkan bahwa Rusia akan mempertimbangkan bergabung dalam Dewan Perdamaian setelah dokumen-dokumen terkait ditinjau oleh Kementerian Luar Negeri.
Rusia juga akan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategisnya sebelum mengambil keputusan akhir.
Putin menegaskan komitmen negaranya terhadap stabilitas internasional.
"Rusia selalu mendukung dan akan terus mendukung setiap upaya untuk memperkuat stabilitas internasional," pungkasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







