
Pantau - Kantor Media Pemerintah Gaza mendesak Komite Nasional untuk Administrasi Gaza agar segera memasuki wilayah tersebut dan mulai menjalankan tugasnya guna memastikan kelangsungan layanan publik di tengah situasi politik dan administratif yang berkembang.
Dalam pernyataan pada Kamis (12/2), kantor tersebut menegaskan kesiapan penuh lembaga pemerintah dan pegawai untuk bekerja sama dengan komite nasional.
Dorong Kelancaran Administrasi dan Layanan Publik
Pemerintah Gaza menyatakan kembali menyambut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza serta menekankan pentingnya kehadiran segera guna menjamin kelancaran kerja institusional.
Pihaknya juga menyatakan kesiapan mentransfer wewenang relevan dan mengambil langkah yang diperlukan dalam kerangka profesional dan hukum.
Seluruh lembaga dan departemen pemerintah disebut siap bekerja sama demi kepentingan publik, peningkatan layanan, serta meringankan penderitaan warga.
Pernyataan tersebut turut menegaskan pentingnya kesatuan wilayah Palestina antara Tepi Barat dan Jalur Gaza serta penguatan persatuan nasional pada tahap yang dinilai sensitif.
Komite Nasional diketahui belum mulai beroperasi dari dalam Gaza dan memulai pekerjaannya dari Kairo pada pertengahan Januari, sehari setelah pembentukannya diumumkan.
Masuknya anggota komite memerlukan koordinasi lapangan dan keamanan melalui perlintasan yang dikendalikan Israel.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari komite terkait keterlambatan tersebut dan Israel juga belum memberikan komentar.
Dampak Perang dan Tantangan Rekonstruksi
Kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober mengakhiri perang dua tahun yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
Otoritas Palestina menyebut konflik tersebut menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang.
Sekitar 90 persen infrastruktur sipil dilaporkan mengalami kerusakan akibat perang tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 591 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.578 lainnya terluka dalam serangan sejak gencatan senjata diberlakukan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







