
Pantau - Rob Jetten resmi dilantik sebagai perdana menteri baru Belanda dan menjadi yang termuda sepanjang sejarah negara tersebut pada usia 38 tahun.
Pelantikan dan Susunan Kabinet
Pelantikan dilakukan oleh Raja Willem-Alexander dalam upacara resmi di kediaman kerajaan Huis ten Bosch, Den Haag, pada Senin, bersama 17 menteri dan 10 sekretaris negara yang turut mengucapkan sumpah jabatan.
Dalam sumpahnya di hadapan raja, Jetten berjanji untuk mematuhi konstitusi serta menjalankan tugas pemerintahan dengan sepenuh hati.
Jetten merupakan pemimpin Demokrat 66 atau D66 yang ditunjuk sebagai kepala pemerintahan koalisi baru setelah partainya unggul dalam pemilu legislatif 29 Oktober 2025.
D66 dan Partai Kebebasan atau PVV sama-sama meraih 26 kursi parlemen, namun D66 unggul suara nasional sehingga berhak memimpin pembentukan pemerintahan.
Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi atau VVD memperoleh 22 kursi, Aliansi Hijau Kiri-Buruh 20 kursi, dan Seruan Demokrat Kristen atau CDA mendapatkan 18 kursi parlemen.
Dilan Yesilgoz-Zegerius dari VVD ditunjuk sebagai wakil perdana menteri pertama sekaligus menteri pertahanan, sementara Bart van den Brink dari CDA dilantik sebagai wakil perdana menteri kedua serta menteri suaka dan migrasi.
Mantan anggota Parlemen Eropa Tom Berendsen dari CDA dipercaya menjadi menteri luar negeri, Sjoerd Sjoerdsma dari D66 yang telah dikenai sanksi oleh China sejak 2021 menjabat menteri perdagangan luar negeri, David van Weel dari VVD menjadi menteri kehakiman dan keamanan, Pieter Heerma dari CDA menjabat menteri dalam negeri, dan Eelco Heinen dari VVD tetap sebagai menteri keuangan.
Dinamika Politik dan Protes
Sebelumnya Jetten menyatakan tidak akan membentuk koalisi dengan PVV yang dipimpin Geert Wilders dan memilih membuka dialog dengan VVD serta CDA meski pemerintahan yang terbentuk berstatus minoritas di parlemen.
Di luar upacara pelantikan, sebanyak 20 aktivis Extinction Rebellion melakukan aksi blokade jalan menuju istana kerajaan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah baru.
Media Belanda NOS melaporkan para aktivis menilai Jetten tidak mendorong kebijakan iklim yang tepat dan tetap melanjutkan kebijakan migrasi dari pemerintahan sebelumnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







