
Pantau - Militer Israel melancarkan gelombang serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon pada Senin dini hari setelah mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari wilayah Lebanon, sementara satu proyektil lain dilaporkan jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.
Militer Israel memperingatkan warga di 53 desa di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa untuk mengungsi dan menjaga jarak satu kilometer menjelang serangan yang direncanakan.
Media Israel melaporkan kelompok Hizbullah Lebanon meluncurkan sekitar enam roket ke arah Israel utara dalam serangan yang disebut sebagai yang pertama sejak adanya perjanjian gencatan senjata.
Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket dan drone dari Lebanon selatan ke arah Israel utara dengan menargetkan lokasi pertahanan rudal Israel di dekat Haifa.
Serangan Balasan dan Target Militer
Sebagai respons, militer Israel memulai gelombang serangan udara di Lebanon dan menyatakan operasi tersebut dilakukan "sebagai respons terhadap tembakan roket ke arah Israel utara."
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut pihaknya menargetkan "anggota senior Hizbullah" di Beirut dan seorang "operator kunci" di Lebanon selatan.
Koresponden Anadolu melaporkan serangan udara berskala besar Israel menghantam kota Srifa di Lebanon selatan serta dua serangan tambahan menghantam lingkungan Al-Salihiya di Nabatieh yang menyebabkan kerusakan besar dan kebakaran pada bangunan serta kendaraan.
Serangan udara Israel juga menyasar wilayah pinggiran Al-Shahabiya dan Deir Qanoun al-Nahr di Lebanon selatan serta sebelumnya menargetkan pinggiran selatan Beirut yang menyebabkan kerusakan luas menurut para saksi.
Pengungsian dan Sikap Pemerintah Lebanon
Dilaporkan terjadi pengungsian dari pinggiran selatan Beirut dan sejumlah wilayah di Lebanon selatan menuju Beirut tengah dan Gunung Lebanon setelah rangkaian serangan udara besar tersebut.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan peluncuran roket dari Lebanon selatan merupakan "tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mencurigakan" yang membahayakan keamanan negara serta memberi Israel alasan untuk melanjutkan serangan.
Salam menegaskan bahwa Lebanon "tidak akan membiarkan negara ini terseret ke dalam petualangan baru."
Ia menambahkan bahwa pihak berwenang akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan melindungi rakyat Lebanon.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







