Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman dalam Operasi Militer Gabungan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

AS Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman dalam Operasi Militer Gabungan
Foto: Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran (sumber: Anadolu)

Pantau - Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan seluruh 11 kapal Iran yang beroperasi di Teluk Oman dalam operasi militer gabungan yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM pada Senin, 2 Maret 2026, menyatakan bahwa 11 kapal Iran yang berada di perairan tersebut telah dihancurkan.

Informasi itu disampaikan pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 15.58 WIB, dan menjadi bagian dari pembaruan situasi keamanan kawasan.

Pernyataan CENTCOM dan Trump

CENTCOM menyampaikan pernyataan melalui platform media sosial X dengan menyebut, "Dua hari lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman. Hari ini, mereka memiliki nol.".

Komando tersebut juga menyatakan bahwa Iran telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman selama beberapa dekade.

CENTCOM menegaskan akan terus mempertahankan kebebasan navigasi maritim di kawasan tersebut dan menambahkan, "Masa-masa itu telah berakhir.".

Pengumuman itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu menyatakan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan.

Trump kemudian memperbarui jumlah kapal yang ditenggelamkan menjadi 10 unit pada Senin dan menyebut beberapa kapal tersebut sebagai "relatif besar dan penting.".

Ia juga menyatakan bahwa markas angkatan laut Iran telah "sebagian besar dihancurkan.".

Bagian dari Operasi Gabungan dan Respons Iran

Kampanye angkatan laut tersebut merupakan bagian dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Operasi militer gabungan itu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Hingga berita ini disampaikan, pihak Iran belum mengonfirmasi adanya kerugian kapal sebagaimana diklaim oleh Amerika Serikat.

Penulis :
Leon Weldrick