Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Menyatakan Mampu Berperang Intensif Enam Bulan Usai Serangan AS dan Israel serta Tewasnya Ali Khamenei

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Menyatakan Mampu Berperang Intensif Enam Bulan Usai Serangan AS dan Israel serta Tewasnya Ali Khamenei
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Utusan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ali Mohammad Naini, menyatakan angkatan bersenjata Iran mampu melakukan operasi tempur intensif setidaknya selama enam bulan di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Naini pada Minggu terkait kemampuan militer Iran dalam menghadapi konflik berskala besar maupun perang berkepanjangan.

Ia mengatakan, "Angkatan bersenjata Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan perang intensif setidaknya selama enam bulan pada tingkat kecepatan saat ini".

Menurut Naini, kekuatan militer Iran didukung berbagai jenis persenjataan modern yang siap digunakan dalam berbagai operasi militer.

Persenjataan tersebut meliputi rudal balistik berat, rudal jelajah, berbagai jenis drone, serta kapal serang.

Ia juga menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi kemungkinan perang yang lebih luas.

Naini mengatakan, "Tidak ada alasan untuk khawatir".

Ia menambahkan bahwa Iran berencana menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dalam beberapa hari mendatang.

Ketegangan Memuncak Setelah Serangan AS dan Israel

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut menargetkan beberapa wilayah termasuk ibu kota Teheran.

Serangan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban sipil.

Amerika Serikat dan Israel menyatakan operasi tersebut merupakan tindakan preemptive.

Kedua negara menyebut langkah tersebut dilakukan karena kekhawatiran terhadap program nuklir Iran.

Namun kemudian keduanya juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Iran Melakukan Serangan Balasan dan Rusia Mengecam Operasi

Setelah serangan tersebut Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam operasi militer tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi.

Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Rusia menyerukan de-eskalasi konflik serta penghentian permusuhan sesegera mungkin.

Penulis :
Gerry Eka