Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia dan Hunan Jajaki Kerja Sama Pengembangan Padi serta Perluasan Perdagangan dan Pendidikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia dan Hunan Jajaki Kerja Sama Pengembangan Padi serta Perluasan Perdagangan dan Pendidikan
Foto: (Sumber : Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (kiri) dan Wakil Gubernur Hunan Yu Hongsheng (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengunjungi Provinsi Hunan untuk menjajaki kerja sama di bidang pertanian, khususnya pengembangan padi dan beras antara Indonesia dan wilayah tersebut.

Djauhari menyampaikan rencana untuk mengeksplorasi kerja sama dalam pengembangan padi dan beras dengan mempelajari teknologi pertanian yang diterapkan di Hunan.

Djauhari mengatakan, "Saya ingin mengeksplorasi kerja sama di bidang pertanian khususnya pengembangan padi dan beras, mungkin bulan ini saya akan mengirimkan tim khusus baik perwakilan KBRI bersama perwakilan dari Indonesia yang secara profesional belajar pengembangan produk pertanian di Hunan,".

Pernyataan tersebut disampaikan Djauhari saat bertemu Wakil Gubernur Hunan Yu Hongsheng dalam rangkaian kunjungan kerja di Changsha.

Kunjungan tersebut juga mencakup penyelenggaraan forum bisnis pertama Republik Indonesia di China pada tahun 2026.

Djauhari menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya nilai perdagangan Indonesia dan China mencapai 168 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia.

Djauhari mengatakan, "Tahun lalu total perdagangan Indonesia-China mencapai 168 miliar dolar AS dan menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Tahun ini kami juga merencanakan mulai mengekspor buah tropis dari Indonesia seperti kelapa segar dan durian ke pasar China,".

Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Pariwisata

Selain kerja sama perdagangan, Djauhari juga menyoroti peluang kerja sama di bidang pendidikan.

Sejumlah kampus di Hunan dikenal memiliki keunggulan di bidang metalurgi, pertanian, dan kedokteran.

Djauhari mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas di Hunan.

Ia juga menyampaikan telah bertemu lebih dari 200 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Changsha dan sekitarnya.

Djauhari mengatakan, "Semalam saya telah bertemu lebih dari 200 orang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Changsha dan sekitarnya, banyak dari mereka bersekolah di bidang metalurgi karena di sini terkenal bagus untuk bidang itu jadi saya ingin meningkatkan juga hubungan people to people di bidang pendidikan,".

Djauhari juga menjajaki peluang kerja sama di bidang pariwisata antara Indonesia dan Hunan.

Ia menyebut bahwa sejak Desember 2025 telah dibuka penerbangan langsung antara Jakarta dan Changsha.

Djauhari mengatakan, "Saya termasuk yang selalu mendukung kerja sama di bidang people to people, karena kalau kerja sama di bidang ini kuat maka akan memberikan manfaat ekonomi maupun manfaat lainnya".

Hunan Dorong Investasi dan Kerja Sama Pertanian

Wakil Gubernur Hunan Yu Hongsheng menyampaikan bahwa hingga Januari 2026 terdapat sekitar 100 perusahaan dari Hunan yang beroperasi di Indonesia.

Nilai total investasi perusahaan-perusahaan tersebut mencapai sekitar 224 juta dolar AS atau sekitar Rp3,78 triliun.

Yu menyebut beberapa perusahaan besar dari Hunan seperti Sany Heavy Industry dan Zoomlion telah mendirikan perusahaan patungan di Indonesia.

Yu mengatakan, "Saat ini sejumlah perusahaan terkemuka dari Hunan seperti Sany Heavy Industry dan Zoomlion telah mendirikan perusahaan patungan di Indonesia. Selain investasi tersebut, sejumlah perusahaan lain dari Hunan juga telah menjalin kerja sama bisnis di Indonesia. Kami juga berharap pihak Indonesia dapat memberikan dukungan dalam berbagai aspek layanan bagi perusahaan-perusahaan tersebut,".

Yu juga berharap KBRI Beijing membantu memperkenalkan potensi Hunan kepada lebih banyak pengusaha Indonesia.

Ia berharap semakin banyak perusahaan Indonesia yang datang berinvestasi di berbagai proyek di Hunan.

Yu juga mengusulkan penguatan kerja sama pertanian karena Hunan merupakan tempat kelahiran teknologi padi hibrida dengan sistem ekologi pertanian yang maju.

Yu mengatakan, "Kami mengusulkan untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang pertanian karena Hunan merupakan tempat kelahiran bapak padi hibrida, dengan kemampuan teknologi yang kuat dan sistem ekologi pertanian yang maju. Kami berharap dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama teknologi dengan Indonesia,".

Potensi Ekonomi dan Teknologi Pertanian Hunan

Selain pertanian, Yu juga mengusulkan penguatan kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Ia menyebut Hunan memiliki berbagai destinasi wisata dan warisan budaya seperti Akademi Yuelu di Changsha, Kota Kuno Fenghuang di Xiangxi, dan kawasan alam Zhangjiajie.

Yu mengatakan, "Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Masyarakat Hunan juga sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia dan dengan adanya penerbangan langsung antara Changsha dan Jakarta, kami berharap akan semakin banyak wisatawan dari Hunan yang berkunjung ke Indonesia,".

Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Provinsi Hunan di kawasan Asia Tenggara.

Nilai perdagangan antara Indonesia dan Hunan pada tahun 2025 mencapai 3,23 miliar dolar AS atau sekitar Rp54,56 triliun.

Provinsi Hunan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di China dengan produksi padi yang tinggi.

Hunan juga mengembangkan berbagai varietas padi hibrida serta menerapkan transformasi pertanian berbasis teknologi seperti penggunaan drone, sensor, dan kecerdasan buatan.

Selain pertanian, produk unggulan Hunan meliputi mobil listrik, baterai lithium, produk fotovoltaik, mesin konstruksi, dan baja.

Penulis :
Aditya Yohan