Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang untuk Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang untuk Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (14/3) mengatakan di media sosial bahwa "banyak negara" akan mengirim kapal perang untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa banyak negara akan mengirim kapal perang untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social.

Trump mengatakan, "Banyak negara, terutama yang terdampak oleh upaya Iran menutup Selat Hormuz, akan mengirim Kapal Perang, bersama dengan AS, untuk menjaga Selat itu tetap terbuka dan aman".

Ia tidak memberikan rincian mengenai negara mana saja yang akan mengirimkan kapal perang tersebut.

AS Siap Lakukan Tindakan Militer

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melakukan tindakan militer jika diperlukan.

Ia mengatakan, "AS akan mengebom habis-habisan garis pantai, serta terus menembaki Perahu dan Kapal Iran dari perairan tersebut. Bagaimanapun caranya, kami akan segera membuat Selat Hormuz TERBUKA, AMAN, dan BEBAS!".

Selain itu Trump juga menyampaikan kepada wartawan bahwa angkatan laut Amerika Serikat akan segera mulai mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Ia mengatakan, "Itu akan segera dilakukan".

Iran Nilai Ketegangan Dipicu Amerika Serikat

Pernyataan tersebut muncul setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyerukan agar penutupan Selat Hormuz terus dilanjutkan.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang mengangkut sekitar seperlima dari kebutuhan minyak dunia.

Mojtaba Khamenei juga menyatakan akan membuka berbagai front baru dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani menilai situasi di kawasan tersebut dipicu oleh tindakan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "situasi saat ini di kawasan, termasuk di Selat Hormuz, merupakan ... konsekuensi langsung dari tindakan destabilisasi AS yang melancarkan agresi terhadap Iran dan merusak keamanan kawasan".

Penulis :
Gerry Eka