
Pantau - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan Washington akan merebut kembali kendali atas Selat Hormuz dan menjamin kebebasan navigasi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
AS Janjikan Kebebasan Navigasi
Bessent menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan media AS terkait situasi di jalur strategis tersebut.
"Seiring waktu, Amerika Serikat akan merebut kembali kendali atas selat tersebut dan akan ada kebebasan navigasi, baik melalui pengawalan oleh Amerika maupun multinasional," ungkap Bessent.
Ia juga menilai kekhawatiran terhadap keterlibatan kelompok Houthi di Yaman relatif mereda dengan menyebut situasi mereka saat ini "sangat tenang".
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur vital distribusi energi global dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari atau sekitar 20 persen dari pasokan dunia.
Dampak Blokade dan Eskalasi Konflik
Gangguan di Selat Hormuz sejak awal Maret telah memicu kenaikan harga minyak dunia serta kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut atau menghadapi ancaman serangan terhadap infrastruktur energi.
Meski demikian, tenggat ultimatum sempat diperpanjang seiring adanya proses negosiasi.
Konflik meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang.
Situasi ini memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan dan berdampak langsung pada keamanan jalur perdagangan energi internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








