HOME  ⁄  Geopolitik

Perundingan Afghanistan-Pakistan di China Disebut Konstruktif di Tengah Ketegangan Militer Perbatasan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Perundingan Afghanistan-Pakistan di China Disebut Konstruktif di Tengah Ketegangan Militer Perbatasan
Foto: Delegasi China, Afghanistan dan Pakistan berfoto bersama dalam pertemuan di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang (sumber: Kementerian Luar Negeri China)

Pantau - Perundingan damai antara Afghanistan dan Pakistan berlangsung di Urumqi, China, dalam suasana yang disebut konstruktif di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah perbatasan kedua negara.

Pembahasan Hubungan Bilateral dan Stabilitas Kawasan

Informasi tersebut dilaporkan Ariana News dengan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Abdul Qahar Balkhi, yang menyatakan bahwa perundingan mencakup pembahasan menyeluruh terkait hubungan bilateral Afghanistan dan Pakistan.

Ia mengungkapkan, "pertemuan ini berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada berbagai isu penting antara kedua negara."

Diskusi juga menyinggung isu-isu keamanan yang memengaruhi kedua negara serta stabilitas kawasan yang menjadi perhatian bersama dalam pembicaraan tersebut.

Afghanistan turut menyampaikan apresiasi kepada China atas sambutan dan fasilitasi pertemuan yang dinilai membantu mempertemukan kedua pihak.

Afghanistan berharap proses ini dapat meningkatkan kepercayaan dan pemahaman antara Kabul dan Islamabad serta mendorong terciptanya kerja sama yang lebih efektif di masa depan.

Ketegangan Militer dan Riwayat Konflik

Perundingan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer yang dipicu oleh serangan Pakistan ke beberapa wilayah Afghanistan, termasuk Kabul, pada 22 Februari.

Pada 16 Maret, sekitar 400 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 250 orang terluka akibat serangan udara Pakistan yang menargetkan sebuah rumah sakit di Kabul yang digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba.

Saat perayaan Idul Fitri pada 20 hingga 22 Maret, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata sementara meski Pakistan dilaporkan beberapa kali melanggar kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, perundingan antara Kabul dan Islamabad juga pernah dilakukan di Qatar, Turki, dan Arab Saudi, namun upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan signifikan.

Penulis :
Leon Weldrick