Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Kementerian Ekraf Perluas Diplomasi Musik Lewat Bangkok Music City 2026 untuk Perkuat Kerja Sama Indonesia-Thailand

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Ekraf Perluas Diplomasi Musik Lewat Bangkok Music City 2026 untuk Perkuat Kerja Sama Indonesia-Thailand
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri rangkaian Bangkok Music City (BMC) 2026 di Charoenkrung Creative District pada 24-25 Januari 2026, Bangkok, Sabtu (24/01/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif memperluas diplomasi musik Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi kreatif dengan Thailand melalui partisipasi dalam perhelatan Bangkok Music City 2026.

Perhelatan Bangkok Music City 2026 digelar di Charoenkrung Creative District, Bangkok, pada 24 hingga 25 Januari 2026 dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Irene Umar menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung internasionalisasi musisi nasional melalui forum musik internasional tersebut.

Ia menegaskan bahwa partisipasi ini bertujuan memperluas jejaring industri musik global serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

"Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung internasionalisasi musisi nasional, memperluas jejaring industri musik global, serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," ungkap Irene Umar.

Perkuat Kerja Sama Musik Indonesia-Thailand

Partisipasi Kementerian Ekraf juga dimanfaatkan untuk membahas peluang penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Thailand, khususnya pada subsektor musik dan industri berbasis konten.

Dalam rangkaian Bangkok Music City 2026, Kementerian Ekraf mengikuti sesi konferensi dan kegiatan business matching untuk memperoleh wawasan langsung terkait dinamika industri musik regional dan global.

Forum tersebut turut dimanfaatkan untuk menjaring aspirasi dari para pelaku industri musik Indonesia.

Tiga musisi Indonesia, yakni INIS, Ardhito Pramono, dan Morbid Monke, tampil dalam sesi showcase dan mendapat respons positif dari penonton lintas negara serta pemangku kepentingan industri musik internasional.

Bangkok Music City 2026 menghadirkan lebih dari 80 musisi Asia dan internasional yang tampil di delapan panggung yang tersebar di ruang publik kota Bangkok.

Irene Umar mengapresiasi Bangkok Music City sebagai forum industri musik internasional yang mengintegrasikan konferensi, business matching, dan showcase musik.

"Kami turut mengapresiasi Bangkok Music City yang menjadi forum industri musik internasional dengan integrasi konferensi, business matching, dan showcase musik sehingga diakui sebagai platform subsektor musik paling berpengaruh di Asia Tenggara," ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Promosi Kreatif

Wamen Ekraf menyoroti potensi kolaborasi Indonesia dan Thailand di bidang musik, konten, dan festival sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi kreatif nasional.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual serta perluasan akses pasar global.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengundang Creative Economy Agency of Thailand agar berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Kementerian Ekraf memfasilitasi kolaborasi lintas sektor antara Ardhito Pramono dan Citilink Indonesia melalui aktivasi kreatif bertajuk Bertemu Nada di Udara.

Aktivasi tersebut dilaksanakan pada penerbangan Jakarta–Bangkok pada 23 Januari 2026 dan menghadirkan mini konser di dalam kabin pesawat.

Dalam aktivasi tersebut, Ardhito Pramono membawakan lagu Bitterlove, Waking Up Together With You, dan Cigarettes of Ours secara akustik.

Pengalaman mini konser tersebut dinilai unik dan nonkonvensional serta menjadi contoh kolaborasi antara subsektor musik, transportasi, dan komunikasi.

Pada penerbangan yang sama, turut didistribusikan majalah Linkers edisi kolaborasi Kementerian Ekraf dan Astagraphia yang menampilkan profil pejuang ekonomi kreatif Indonesia serta agenda pengembangan ekonomi kreatif nasional tahun 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan