Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Apakah Makanan Berjamur Berbahaya? Ini Penjelasannya

Oleh Nur Nasya Dalila
SHARE   :

Apakah Makanan Berjamur Berbahaya? Ini Penjelasannya
Foto: ilustrasi makanan. (Freepik)

Pantau - Makanan yang dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembap sering kali ditumbuhi jamur. Di Indonesia, dengan iklim panas dan lembap, pertumbuhan jamur pada makanan bisa terjadi lebih cepat. Beberapa orang langsung membuang makanan berjamur, sementara yang lain hanya memotong bagian yang terkena. Namun, apakah hal ini aman?

Apa Itu Jamur pada Makanan?

Jamur merupakan fungi yang berkembang biak melalui spora di udara. Umumnya, jamur tumbuh pada makanan yang memiliki kadar air tinggi seperti nasi, roti, buah, serta makanan fermentasi. Beberapa jenis jamur, seperti yang digunakan dalam pembuatan tempe dan tape, aman dikonsumsi. Namun, jamur yang muncul secara alami pada makanan basi dapat berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Tips Menyimpan Makanan Agar Tetap Segar dan Aman Saat Ramadan

Faktor Penyebab Makanan Berjamur

Jamur berkembang cepat di lingkungan yang hangat dan lembap. Jika makanan tidak disimpan dengan benar, pertumbuhan jamur bisa terjadi dalam hitungan hari. Beberapa makanan yang sering berjamur antara lain:

  • Nasi yang dibiarkan semalaman di suhu ruangan.
  • Roti tanpa wadah tertutup.
  • Buah matang seperti pisang, tomat, dan jeruk.
  • Tempe dan tahu yang terlalu lama di udara terbuka.
  • Sambal dan makanan bersantan yang tidak segera didinginkan.

 

Baca juga: 7 Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tahan Lama

Dampak Jamur pada Kesehatan

Tidak semua jamur berbahaya, tetapi beberapa dapat menghasilkan mikotoksin, zat beracun yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Konsumsi mikotoksin dalam jumlah besar dapat memicu mual, muntah, diare, bahkan merusak organ dalam. Selain itu, spora jamur yang terhirup bisa memicu reaksi alergi atau iritasi saluran pernapasan, terutama bagi penderita gangguan pernapasan.

Cara Mencegah Makanan Berjamur

Untuk menghindari pertumbuhan jamur pada makanan, langkah-langkah berikut dapat diterapkan:

  • Penyimpanan yang benar: Makanan seperti nasi, lauk, dan makanan bersantan harus segera disimpan di kulkas jika tidak langsung dikonsumsi.
  • Gunakan wadah tertutup: Roti, tempe, dan tahu lebih tahan lama jika disimpan dalam wadah tertutup di tempat sejuk.
  • Jaga kebersihan dapur dan kulkas: Rutin membersihkan kulkas dapat mencegah pertumbuhan jamur.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa: Hindari mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa simpannya, terutama produk susu dan roti.
  • Segera konsumsi makanan berkuah: Sayur, sambal, dan makanan berkuah sebaiknya tidak disimpan terlalu lama pada suhu ruangan.

 

Apakah Makanan Berjamur Harus Dibuang?

Sebagian besar makanan yang sudah berjamur sebaiknya dibuang karena jamur bisa menyebar ke bagian dalam meskipun tidak terlihat. Beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi setelah berjamur adalah:

  • Nasi, roti, buah, tahu, tempe, serta makanan berkuah seperti santan dan sup.
  • Produk dengan tekstur lembut karena jamur dapat menyebar ke seluruh bagian.

Namun, makanan tertentu masih bisa dikonsumsi jika bagian berjamur dipotong dengan benar, seperti:

  • Keju keras seperti parmesan dan edam, cukup buang minimal dua sentimeter dari bagian yang terkena.
  • Sayuran keras seperti wortel dan paprika, bagian berjamur dapat dibuang sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Tips Menyimpan dan Menghangatkan Makanan Sahur agar Tetap Aman

Menjaga kebersihan dan penyimpanan yang baik dapat mencegah pertumbuhan jamur serta memastikan makanan tetap aman untuk dikonsumsi.

Penulis :
Nur Nasya Dalila