Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Revitalisasi Desa di Shiqian, China: Pemandian Air Panas Jadi Motor Ekonomi dan Wisata

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Revitalisasi Desa di Shiqian, China: Pemandian Air Panas Jadi Motor Ekonomi dan Wisata
Foto: (Sumber: Seorang turis menikmati waktu luang di sebuah resor pemandian air panas di Shiqian County, Provinsi Guizhou, China barat daya, 27 Januari 2026. Dengan mengintegrasikan sumber daya sumber daya air panas yang kaya dengan pariwisata, perawatan kesehatan, dan warisan budaya takbenda, daerah Shiqian telah mendorong pariwisata lokal dan menciptakan peluang kerja, menjadikannya kekuatan pendorong penting revitalisasi pedesaan. ANTARA/Xinhua/Liu Xu.)

Pantau - Kawasan Shiqian di Provinsi Guizhou, China barat daya, menjadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal melalui pengembangan pemandian air panas sebagai penggerak utama revitalisasi pedesaan.

Pariwisata, Kesehatan, dan Budaya Disatukan dalam Satu Model

Pemandian air panas di Shiqian tidak hanya difungsikan sebagai tempat wisata, tetapi juga dikembangkan sebagai bagian dari sektor perawatan kesehatan dan pelestarian budaya takbenda lokal.

Model integratif ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam industri pariwisata berbasis sumber daya alam.

Fasilitas yang dikembangkan mencakup resor air panas yang dirancang untuk relaksasi, rekreasi, dan pemulihan kesehatan.

Hal ini menjadikan Shiqian sebagai kawasan yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga strategis dari sisi ekonomi dan sosial.

Inspirasi Revitalisasi Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal

Keberhasilan Shiqian dalam mengintegrasikan kekayaan alam, budaya, dan ekonomi menjadikannya motor penggerak revitalisasi desa di wilayah barat daya China.

Pendekatan ini mencerminkan tren pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada potensi lokal, dan menjadi model yang dapat direplikasi oleh wilayah pedesaan lain di Asia, termasuk Indonesia.

Sektor pariwisata yang berkembang secara inklusif terbukti mampu menjadi pilar utama pembangunan wilayah perdesaan jika dikelola secara strategis dan terintegrasi.

Penulis :
Gerry Eka