
Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan gelaran Harmoni Imlek Nusantara menjadi bentuk akulturasi beragam budaya di Indonesia sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.
Berita ini dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 05:49 WIB dengan waktu baca 2 menit dari Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Irene Umar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026 saat acara puncak Harmoni Imlek Nusantara di Jakarta pada Sabtu, 28 Februari malam.
Ia menyampaikan, "Akulturasi budaya Indonesia, hanya ada di Indonesia, di mana source code (dasar) kita adalah budaya. Dengan kreativitas anak bangsa bisa menghasilkan sesuatu mesin penggerak ekonomi yang luar biasa sekali,".
Harmoni Imlek Nusantara menghadirkan panggung rakyat sebagai sarana promosi Indonesia sebagai destinasi perayaan Imlek dan Ramadhan yang tahun ini dirayakan berdampingan.
Perayaan Imlek nasional digelar di berbagai wilayah Indonesia termasuk Jakarta dan dimeriahkan penampilan talenta serta bazar produk lokal.
Irene menilai budaya sebagai identitas bangsa mampu menjadi mesin penggerak ekonomi baru dan mengajak berbagai kalangan berkolaborasi mengembangkan potensi tersebut.
Panggung Budaya dan Kolaborasi Nasional
Pada puncak perayaan ditampilkan komunitas taichi, silat, wing chun, wushu, barongsai, serta atraksi drone dengan berbagai bentuk.
Ia menyampaikan, "Inilah Indonesia. Kita mau menunjukkan inilah Harmoni Imlek Nusantara, bahwa Indonesia adalah negara paling inklusif di dunia tkarena kita adalah Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda, tapi, tetap satu,".
Harmoni Imlek Nusantara merupakan kolaborasi aktif pemerintah pusat dan daerah di beberapa provinsi dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Gelaran tersebut memberi kesempatan bagi jenama lokal dan pelaku ekonomi kreatif nasional untuk menampilkan produk kepada masyarakat luas dan berkolaborasi dengan pemerintah.
Selain di Jakarta, acara juga diselenggarakan di Palembang, Singkawang, Medan, Manado, Makassar, dan Pontianak hingga perayaan Cap Go Meh dengan agenda seperti penampilan barongsai, festival lampion, dan bazar kuliner.
- Penulis :
- Gerry Eka








