
Pantau - Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq mengaku geram dengan berbagai penyimpangan yang terjadi di Ponpes Al-Zaytun.
Bahkan, ia menyebut siapapun haram hukumnya untuk mondok di ponpes yang berada di bawah naungan Panji Gumilang tersebut.
"Al-Zaytun memang berbeda dari pemahaman dengan keagamaan mayoritas, makanya mengimbau seluruh Nahdliyin paling tidak, haram hukumnya mondok di Zaytun," tegasnya dalam acara Rakernas V Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Minggu (18/6/2023).
Maman juga menyebut, pernyataan dari Panji Gumilang sangat kontroversial dan meresahkan publik. Ia menilai, Panji Gumilang telah keluar dari konteks syariat Islam.
"Jadi tolong kepada Panji Gumilang, anda jangan melakukan komentar yang kontra produktif. Yang kedua, jangan korbankan anak didik yang ada di Al-Zaytun untuk membawa misi-misi yang enggak jelas, apa-apaan nyanyi Yahudi di kompleks yang katanya pesantren?" lanjutnya.
Selain itu, Maman juga meminta kepada pengajar di Ponpes Al-Zaytun untuk lebih fokus untuk pendidikan karakter dan tidak meninggalkan syariat Islam.
"Fokus kepada pendidikan karakter dan kembali kepada komitmen keislaman yang kuat dan ke-Indonesiaan yang kokoh. Jangan berlindung pada ke-Indonesiaan, tapi menyakiti nilai-nilai keislaman," tandasnya.
Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat sedang mendapat sorotan publik karena sejumlah kontroversi.
Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang juga kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menjadi viral di berbagai platform media sosial. Terkini, Panji Gumilang mengaku bahwa dirinya adalah seorang komunis.
“Saya komunis, anak-anakku sekarang China umur kemajuannya 25 tahun diukur dari tahun 1998. Pada 1998 Indonesia sudah naik hampir bersamaan dengan China dipotong, hancur lagi nol lagi, China naik terus menjadi raksasa segala hal,” ujarnya.
Bahkan, ia menyebut siapapun haram hukumnya untuk mondok di ponpes yang berada di bawah naungan Panji Gumilang tersebut.
"Al-Zaytun memang berbeda dari pemahaman dengan keagamaan mayoritas, makanya mengimbau seluruh Nahdliyin paling tidak, haram hukumnya mondok di Zaytun," tegasnya dalam acara Rakernas V Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Minggu (18/6/2023).
Maman juga menyebut, pernyataan dari Panji Gumilang sangat kontroversial dan meresahkan publik. Ia menilai, Panji Gumilang telah keluar dari konteks syariat Islam.
"Jadi tolong kepada Panji Gumilang, anda jangan melakukan komentar yang kontra produktif. Yang kedua, jangan korbankan anak didik yang ada di Al-Zaytun untuk membawa misi-misi yang enggak jelas, apa-apaan nyanyi Yahudi di kompleks yang katanya pesantren?" lanjutnya.
Selain itu, Maman juga meminta kepada pengajar di Ponpes Al-Zaytun untuk lebih fokus untuk pendidikan karakter dan tidak meninggalkan syariat Islam.
"Fokus kepada pendidikan karakter dan kembali kepada komitmen keislaman yang kuat dan ke-Indonesiaan yang kokoh. Jangan berlindung pada ke-Indonesiaan, tapi menyakiti nilai-nilai keislaman," tandasnya.
Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat sedang mendapat sorotan publik karena sejumlah kontroversi.
Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang juga kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menjadi viral di berbagai platform media sosial. Terkini, Panji Gumilang mengaku bahwa dirinya adalah seorang komunis.
“Saya komunis, anak-anakku sekarang China umur kemajuannya 25 tahun diukur dari tahun 1998. Pada 1998 Indonesia sudah naik hampir bersamaan dengan China dipotong, hancur lagi nol lagi, China naik terus menjadi raksasa segala hal,” ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas









