Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Luas Tanam Padi di Aceh Meningkat, Gubernur Apresiasi Bantuan dari Presiden Prabowo

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Luas Tanam Padi di Aceh Meningkat, Gubernur Apresiasi Bantuan dari Presiden Prabowo
Foto: Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat menghadiri gerakan tanam padi serentak 14 provinsi (sumber: Humas Pemprov Aceh).

Pantau - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengumumkan bahwa luas tambah tanam (LTT) padi di Provinsi Aceh mengalami peningkatan sebesar 7,89 persen pada awal tahun 2025.

Peningkatan ini terjadi berkat adanya bantuan program optimalisasi lahan (oplah) yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Berkat bantuan oplah dari Presiden Prabowo berhasil meningkatkan luas tambah tanam di Aceh sebesar 7,89 persen, terima kasih," ujar Mualem saat berada di Aceh Besar, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman padi serentak yang diikuti 14 provinsi melalui konferensi video bersama Presiden RI.

Kegiatan tanam serentak tersebut digelar di Gampong Lampasi Engking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Data dan Langkah Strategis Pemerintah Aceh

Gubernur menjelaskan bahwa selama periode Januari hingga April 2025, luas tambah tanam padi di Aceh mencapai 86.892 hektare.

Jumlah ini meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 80.537 hektare, sehingga terjadi kenaikan sebesar 7,89 persen.

"Kami laporkan kepada Bapak Presiden, bahwa hari ini Aceh juga melakukan tanam serentak di lahan seluas 978 hektare di sembilan lokasi," lanjutnya.

Menurut Mualem, peningkatan ini merupakan hasil dari tindak lanjut setelah ia sebelumnya menyampaikan sejumlah kendala kepada Presiden dalam acara gerakan panen bersama awal bulan lalu.

Pemerintah Aceh juga telah melakukan koordinasi dengan beberapa menteri seperti Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri PUPR, serta Menteri Transmigrasi.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempercepat penyediaan sarana irigasi sebagai pendukung program swasembada pangan di Aceh.

"Untuk itu, kami mohon dukungan Bapak Presiden agar dapat segera terwujud," katanya.

Selain itu, Mualem menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh bersama pihak Kepolisian, Kejaksaan, DPR RI, serta Pupuk Indonesia telah menggelar sosialisasi terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Sosialisasi tersebut ditujukan kepada para pemangku kepentingan seperti kios, distributor, dan penyuluh agar penyaluran pupuk bisa lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga meminta bantuan alat dan mesin pertanian kepada Presiden.

Ia menyebutkan bahwa Aceh sedang memasuki masa panen raya di bulan April sehingga membutuhkan alat panen seperti combine harvester dan traktor guna mengejar target LTT.

"Serapan gabah kita di Aceh oleh Bulog sudah mencapai 139,54 persen dari target yang diberikan. Terima kasih atas kebijakan terkait dengan kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 yang membuat petani bahagia dan bergairah menanam padi," tutupnya.

Penulis :
Arian Mesa