Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPDP Fokuskan Teknologi sebagai Pilar Keberlanjutan Industri Sawit Indonesia

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

BPDP Fokuskan Teknologi sebagai Pilar Keberlanjutan Industri Sawit Indonesia
Foto: BPDP dorong keberlanjutan industri sawit dengan teknologi digital dan ramah lingkungan.(Sumber: ANTARA/HO/BPDP)

Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna mendukung terciptanya industri kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Perusahaan BPDP, Achmad Maulizal Sutawijaya, yang menegaskan bahwa strategi BPDP dilakukan melalui beberapa pendekatan utama.

" BPDP berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia melalui penerapan teknologi," ujarnya.

Pendekatan pertama adalah pengembangan teknologi, dengan mendukung kegiatan riset dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas produk kelapa sawit.

Pendekatan kedua ialah mekanisasi dan otomatisasi, yaitu peningkatan penggunaan mesin dan peralatan modern agar biaya produksi dapat ditekan dan kualitas panen semakin meningkat.

Digitalisasi juga menjadi prioritas BPDP, termasuk penerapan sistem informasi manajemen dan aplikasi mobile untuk menunjang efisiensi serta transparansi dalam pengelolaan kebun sawit.

BPDP turut mendukung teknologi ramah lingkungan, seperti pengolahan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan di sektor perkebunan.

Pelibatan UMKM dan Petani Sawit dalam Palmex Indonesia 2025

Komitmen BPDP terhadap transformasi industri sawit juga tampak dalam ajang Palmex Indonesia 2025 yang digelar pada 14–15 Mei di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran.

Dalam pameran tersebut, BPDP mendorong pelaku UMKM sawit untuk memasarkan produk-produknya secara lebih luas.

BPDP juga melibatkan petani kelapa sawit dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta mahasiswa penerima beasiswa sawit dari universitas di Yogyakarta sebagai bagian dari pemberdayaan generasi muda dan pelaku utama industri.

Palmex Indonesia 2025 menghadirkan lebih dari 300 merek dari 30 negara yang menampilkan berbagai inovasi dan teknologi terkini untuk mendukung solusi industri sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pujuh Kurniawan, Indonesia Sustainability Lead dari Wilmar International, turut menekankan pentingnya digitalisasi dan teknologi dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit.

Ia menjelaskan bahwa optimalisasi teknologi mencakup berbagai modul penting, seperti modul manajemen, modul pemupukan, modul pengelolaan biaya produksi, modul traceability, hingga modul penghitungan untung-rugi.

Penulis :
Balian Godfrey