Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Hadiri KTT BIMP-EAGA ke-16, Dorong Pertumbuhan Inklusif Kawasan Timur ASEAN

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Prabowo Hadiri KTT BIMP-EAGA ke-16, Dorong Pertumbuhan Inklusif Kawasan Timur ASEAN
Foto: Prabowo tegaskan komitmen Indonesia dalam penguatan ekonomi timur ASEAN saat hadiri KTT BIMP-EAGA ke-16 di Malaysia.(Sumber: ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo)

Pantau - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 27 Mei 2025. Forum ini menjadi bagian penting dari rangkaian KTT ASEAN yang digelar sepanjang akhir Mei 2025.

Pertemuan tingkat tinggi ini difokuskan pada penguatan konektivitas, pembangunan ekonomi subkawasan, serta kolaborasi investasi dan infrastruktur di kawasan timur ASEAN.

Komitmen Penguatan Wilayah Timur Indonesia

Kehadiran Prabowo bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia—yakni Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua—yang termasuk dalam skema kerja sama BIMP-EAGA.

BIMP-EAGA sendiri merupakan inisiatif subregional yang didirikan pada 1994 untuk menjembatani kesenjangan pembangunan antarwilayah dan mempercepat kemajuan di kawasan perbatasan serta daerah tertinggal di timur ASEAN.

Apresiasi atas Visi Bersama 2025

Dalam sambutannya, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan apresiasi atas konsistensi negara-negara anggota BIMP-EAGA selama delapan tahun terakhir sejak pengesahan BIMP-EAGA Vision 2025.

Marcos menekankan bahwa inisiatif ini telah berhasil memperkuat kemitraan regional, mendorong konektivitas lintas batas, serta membuka akses pasar dan logistik di wilayah terpencil.

Hadirnya Para Menteri Strategis

Presiden Prabowo hadir didampingi sejumlah menteri kunci seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran mereka menegaskan posisi Indonesia sebagai motor utama dalam upaya menjadikan kawasan timur ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan kolaboratif.

Penulis :
Balian Godfrey
Editor :
Tria Dianti