Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Mensesneg: Presiden Prabowo Minta Persoalan Sampah Dibereskan, Fokus ke Teknologi dan Edukasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mensesneg: Presiden Prabowo Minta Persoalan Sampah Dibereskan, Fokus ke Teknologi dan Edukasi
Foto: (Sumber: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam doorstop pasca agenda rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan kementerian/lembaga di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas..)

Pantau - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto meminta penajaman fokus penelitian untuk mengatasi persoalan nyata di masyarakat, termasuk penanganan sampah.

"Keputusan Bapak Presiden untuk kita menajamkan penelitian-penelitian yang bisa secepatnya membantu problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat, salah satunya misalnya mengenai penanganan sampah rumah tangga, sampah lingkungan," ujar Prasetyo.

Pernyataan itu menandai arahan jelas dari Presiden untuk memperkuat pendekatan ilmiah dan aplikatif dalam menyelesaikan krisis sampah nasional.

Penanganan Bertingkat dan Proyek Waste to Energy di 34 Kabupaten

Menurut Prasetyo, saat ini telah ada berbagai produk hasil penelitian yang mampu menangani persoalan sampah dari skala rumah tangga hingga desa.

Namun, ia menekankan bahwa persoalan sampah harus dilihat secara bertingkat:

  • Skala mikro: rumah tangga, RT/RW, dan desa
  • Skala makro: kota dengan volume sampah jauh lebih besar

Pemerintah sedang mempersiapkan implementasi 34 proyek waste to energy, yakni pengubahan sampah menjadi energi, yang menyasar wilayah dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

"Program waste to energy yang rencana yang mau segera dilaksanakan di 34 kabupaten itu adalah lokasi dimana jumlah produksi sampahnya sudah melebihi seribu ton satu hari. Manakala skalanya sudah sebesar itu, maka jenis peralatan yang harus dibangun tentu berbeda (dengan yang mikro)," jelasnya.

Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi penumpukan sampah di kota besar yang telah mencapai level mengkhawatirkan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Teknologi Adaptif dan Edukasi Jadi Kunci

Prasetyo menyebutkan bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari tingkat lokal hingga nasional.

Dua fokus utama dalam strategi pemerintah adalah:

  • Penerapan teknologi adaptif seperti insinerator sesuai kapasitas wilayah
  • Edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat agar proyek waste to energy berjalan optimal

"Jadi penyelesaian sampah tidak sekedar bentuk kita membangun insineratornya, tapi edukasinya juga menjadi salah satu kunci," tegas Prasetyo.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berkontribusi langsung pada kualitas hidup masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Penulis :
Aditya Yohan