Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Alat Track Geometry Trolly Diandalkan KAI Cirebon Deteksi Gangguan Jalur Rel Secara Akurat

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Alat Track Geometry Trolly Diandalkan KAI Cirebon Deteksi Gangguan Jalur Rel Secara Akurat
Foto: KAI Daop 3 Cirebon gunakan teknologi TGT untuk jaga keselamatan rel kereta(Sumber: ANTARA/HO-PT KAI Daop 3 Cirebon.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengoptimalkan penggunaan alat track geometry trolly (TGT) untuk memeriksa dan mendeteksi potensi gangguan di jalur rel secara cepat, tepat, dan akurat.

TGT merupakan alat ukur semi mekanis yang jauh lebih efisien dibandingkan metode manual seperti penggunaan benang atau meteran.

Alat ini mampu mengukur sejumlah parameter penting pada rel kereta, antara lain kelurusan vertikal dan horizontal, pelebaran jalur, perbedaan tinggi antara permukaan rel kanan dan kiri, serta kondisi silang rel pada jarak tertentu.

TGT terdiri dari dua bagian utama yaitu main frame dan subframe, yang dilengkapi sensor, lampu sorot, rem pengaman, dan perangkat pengolahan data terintegrasi dengan mobile-PC.

Pengoperasiannya dilakukan oleh tiga personel, yakni pendorong alat, operator komputer, dan train watcher yang berkoordinasi langsung dengan stasiun terdekat.

Deteksi Dini Gangguan Rel Jamin Keselamatan dan Ketepatan Waktu Perjalanan

Saat alat berjalan di atas rel, sensor menangkap sinyal kondisi jalur dan mengirimkannya ke converter untuk diolah menjadi data numerik yang kemudian ditampilkan melalui komputer bergerak.

Data hasil pengukuran tersebut menjadi acuan bagi tim pemelihara jalan rel untuk menentukan apakah kondisi rel masih sesuai standar atau memerlukan tindakan perbaikan.

Beberapa kondisi rel yang perlu segera ditangani antara lain permukaan rel yang tidak rata, gelombang pada rel, dan lengkungan rel ke arah samping.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, tim segera melakukan tindakan perbaikan guna menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Penggunaan TGT menjadi penting mengingat tingginya volume lalu lintas kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.

Rata-rata penumpang yang turun di wilayah ini mencapai 4.600 orang per hari, sedangkan penumpang yang naik mencapai sekitar 5.000 orang per hari.

KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen menjaga infrastruktur rel agar tetap andal, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung tepat waktu dan memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan.

Penulis :
Balian Godfrey