Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dua Calon Deputi Gubernur BI Jalani Fit and Proper Test, Usung Visi Transformasi Digital dan Penguatan Kantor Perwakilan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dua Calon Deputi Gubernur BI Jalani Fit and Proper Test, Usung Visi Transformasi Digital dan Penguatan Kantor Perwakilan
Foto: Dua Calon Deputi Gubernur BI Jalani Fit and Proper Test, Usung Visi Transformasi Digital dan Penguatan Kantor Perwakilan

Pantau - Dua calon deputi gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali dan Dicky Kartikoyono, menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI pada Selasa, 1 Juli 2025, pukul 15.00 WIB di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta.

Keduanya merupakan kandidat internal Bank Indonesia yang dinilai memiliki kompetensi strategis untuk mendampingi Gubernur BI dalam menjaga stabilitas moneter dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Uji Kelayakan Dilakukan Secara Individu

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa uji kelayakan dilaksanakan secara individual agar setiap calon dapat menunjukkan kapasitasnya secara komprehensif.

"Calon deputi gubernur BI ini akan menjalani uji kelayakan secara individu, sedangkan calon yang lain diharapkan menunggu di luar ruang rapat," ungkap Misbakhun.

Setiap calon diberikan waktu maksimal 30 menit, terdiri dari 10 menit untuk menyampaikan presentasi makalah dan 20 menit untuk sesi tanya jawab bersama anggota dewan.

Ricky Perdana Gozali menjadi calon pertama yang menyampaikan visi dan gagasannya di hadapan Komisi XI, disusul oleh Dicky Kartikoyono.

Ricky Usung Konsep "B3R5IMFONI", Dicky Fokus pada Transformasi Digital

Dalam makalahnya berjudul "Berdaya Tahan, Bersama Tumbuh, dan Berkelanjutan: Penguatan Peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk Indonesia Maju", Ricky Gozali memperkenalkan konsep “B3R5IMFONI”.

Konsep ini dirancang untuk menghadapi tantangan global yang dinamis melalui penguatan lima peran strategis kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah.

Lima peran tersebut diarahkan untuk membangun tiga kondisi ekonomi yang menjadi tujuan: berdaya tahan, bersama tumbuh, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dicky Kartikoyono memaparkan makalah berjudul "Meretas Gelombang Menuju Indonesia Maju dengan Transformasi Digital: Menuju Asta Cita Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan".

Dalam paparannya, Dicky menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pembayaran dan inklusi keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan efisien.

Keduanya menekankan sinergi antara Bank Indonesia dengan kementerian/lembaga dan pelaku usaha untuk menjawab tantangan struktural dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf