
Pantau - Pasukan Wingsuit dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara kini dianggap sebagai kekuatan udara baru Indonesia yang tidak bergantung pada mesin tempur.
Selama ini, peran penguasa langit identik dengan para pilot pesawat tempur seperti F-16, Sukhoi, dan Hawk100/200 yang menjadi ujung tombak pertahanan udara nasional.
Namun kini, penerbang tempur bukan lagi satu-satunya andalan penguasaan udara karena hadirnya pasukan Wingsuit yang mampu bergerak senyap namun efektif menuju sasaran.
Pasukan Wingsuit terdiri dari 10 personel penerjun khusus yang menggunakan jubah bersayap atau wingsuit untuk meluncur dari ketinggian antara 10.000 hingga 15.000 kaki.
Mereka melayang di udara dengan kemiringan tertentu dan manuver tinggi, kemudian mendarat dengan presisi di titik yang telah ditentukan menggunakan parasut.
Senyap Namun Mematikan
Keunggulan utama pasukan ini terletak pada kemampuan mereka untuk melakukan infiltrasi secara diam-diam ke wilayah musuh tanpa suara bising mesin jet.
"Pasukan ini dilatih untuk bergerak seperti rudal, cepat dan tepat, namun nyaris tanpa suara," ungkap Kolonel Pas Helmi A., Komandan Latihan sekaligus Komandan Wing Komando I Kopasgat.
Setelah mendarat, para personel langsung menyusun strategi lanjutan untuk melanjutkan pertempuran dalam skala darat.
Konsep ini menunjukkan bahwa penguasaan udara tidak selalu membutuhkan kendaraan mesin atau teknologi canggih, melainkan ketepatan strategi dan kemampuan manuver.
Inovasi Militer Nasional
Wingsuit Kopasgat dibentuk untuk misi khusus dan dinilai menjadi terobosan dalam doktrin operasi senyap militer Indonesia.
Sebagai pelopor pasukan wingsuit di tanah air, Kopasgat menegaskan posisinya sebagai satuan elite dengan spesialisasi udara-darat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








