Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Prancis Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon, Desak Gencatan Senjata Diberlakukan Kembali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prancis Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon, Desak Gencatan Senjata Diberlakukan Kembali
Foto: (Sumber : Ilustrasi bendera Prancis. /ANTARA/foto-Anadolu/py.)

Pantau - Prancis mengecam keras serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang terjadi saat patroli di tiga lokasi yakni Yater, Deir Kifa, dan Qallawiyah.

Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata non-negara yang tidak berafiliasi dengan pemerintah.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan, "Prancis mengecam keras penembakan yang terjadi beberapa kali terhadap tentara UNIFIL kemarin. Serangan dari kelompok bersenjata non-negara ini tidak dapat diterima."

Kementerian Luar Negeri Lebanon juga turut mengecam insiden tersebut.

Prancis menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, Prancis mendesak agar gencatan senjata yang disepakati pada 26 November 2024 kembali diberlakukan.

Semua pihak juga diminta untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Prancis menegaskan bahwa Hizbullah harus melucuti senjata di Lebanon.

Di sisi lain, Prancis juga meminta Israel untuk menghentikan operasi darat di wilayah Lebanon.

Ketegangan meningkat sejak awal Maret ketika roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel.

Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Israel kemudian membalas dengan serangan besar-besaran ke wilayah Lebanon, termasuk kawasan padat penduduk di Beirut.

Akibat eskalasi konflik tersebut, ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Warga mencari perlindungan di wilayah yang dianggap lebih aman di dalam negeri Lebanon.

Penulis :
Aditya Yohan