
Pantau - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kembali mengirimkan tiga dokter spesialis sebagai bagian dari emergency medical team (EMT) keempat untuk misi kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang akan berlangsung pada 5 hingga 23 Agustus 2025.
Tim EMT-4 ini bertugas melanjutkan misi kemanusiaan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh EMT-3 dan akan fokus pada penyembuhan luka berat serta penanganan kasus malnutrisi yang kini menjadi permasalahan mendesak di wilayah tersebut.
Tiga Dokter Spesialis Berangkatkan, Dapat Izin Terbatas dari Otoritas Israel
Ketua Tim Dokter BSMI, Prof Dr dr Basuki Supartono, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa tiga dokter yang dikirim adalah dokter spesialis anak, spesialis dermatologi, dan spesialis bedah.
"Kita ini dalam misi perdamaian. Selama ini, kami sudah mengirimkan 16 dokter, namun untuk misi kemanusiaan ini, kami hanya bisa masuk atas seizin penjajah Israel, kalau mereka tidak setuju, maka akan ada yang dihapus," ungkapnya.
Basuki juga menjelaskan bahwa meskipun nama-nama sudah ditetapkan, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan dari pihak Israel, bahkan hingga malam sebelum keberangkatan.
"Nama-nama dari teman dokter ini akan diseleksi, jadi malam sebelum berangkat disetujui atau tidak itu akan menjadi penentuan," ia mengungkapkan.
Ketiga dokter spesialis yang tergabung dalam EMT-4 adalah Dokter Spesialis Bedah Muhammad Iqbal El Mubarak, Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Annisa Anjani Ramadan, dan Dokter Spesialis Anak Bambang Surif Djamaluddin.
Misi EMT-4 Lanjutkan Kesuksesan EMT-3 di Gaza
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, Muhamad Djazuli Ambari, menyampaikan bahwa keberangkatan EMT-4 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSMI dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat Gaza.
"Kami mengirimkan tim secara bergelombang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan rakyat Indonesia kepada warga Gaza. Saat ini, program penyembuhan luka dan malnutrisi menjadi kebutuhan mendesak di sana, dan akan terus kami intensifkan," ujarnya.
Sebelumnya, BSMI telah menurunkan EMT-3 yang bertugas dari 8 Juli hingga 27 Juli 2025 dan memberikan berbagai layanan medis lanjutan serta pelatihan untuk tenaga kesehatan setempat.
Selama masa tugasnya, EMT-3 berhasil menangani 49 pasien di IGD, 8 pasien di ICU, serta melakukan perawatan luka kepada 63 pasien dan operasi pada 116 pasien.
Selain itu, mereka juga menangani 208 pasien di poli, 100 pasien rawat inap, 84 pasien anak, 222 pasien perempuan, 51 pasien lansia, dan 51 pasien amputasi.
- Penulis :
- Arian Mesa








