Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indocement Minta Maaf atas Insiden Hujan Semen di Bogor, Pemprov Jabar Siap Tindak Lanjuti

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indocement Minta Maaf atas Insiden Hujan Semen di Bogor, Pemprov Jabar Siap Tindak Lanjuti
Foto: (Sumber: Tangkapan Layar warga terkena "hujan semen" di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025). ANTARA/M Fikri Setiawan)

Pantau - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. menyampaikan permintaan maaf atas insiden jatuhan debu semen atau hujan semen yang terjadi di sekitar Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya, menjelaskan bahwa insiden tersebut bersifat insidental dan terjadi saat pabrik sedang tidak beroperasi.

Insiden bermula ketika pekerja melakukan pembersihan sumbatan (clogging) pada bagian pemisahan material.

"Ketika lubang pemeriksaan dibuka, debu yang tidak terduga keluar dan tertiup angin besar ke arah pemukiman masyarakat. Mengetahui hal tersebut, pekerja kami segera menutup kembali lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit kondisi langsung teratasi," ujar Setia Wijaya.

Indocement segera berkoordinasi dengan masyarakat terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa setempat.

Evaluasi internal pun telah dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

" Kami telah melakukan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan agar tidak dilakukan dalam kondisi angin kencang," tambahnya.

Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor Turun Tangan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa hasil evaluasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prosedur operasional standar (SOP) di lingkungan produksi PT Indocement.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, mulai dari sanksi administratif, denda, hingga sanksi lebih berat jika terbukti sebagai pelanggaran serius," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena pemerintah hadir memberikan perlindungan terhadap persoalan lingkungan di wilayah Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Kecamatan Citeureup, juga langsung menangani dampak insiden tersebut di Desa Citeureup.

Camat Citeureup, Edy Suwito Sutono Putro, menyebut material semen yang terbawa angin jumlahnya terbatas dan hanya berdampak pada warga di satu Rukun Warga (RW).

"Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB saat pabrik melakukan pembersihan dan pemeliharaan alat produksi. Kejadiannya tidak berlangsung lama," jelasnya.

Pemerintah kecamatan juga telah memfasilitasi mediasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga pada Senin (11/8) sebagai upaya penyelesaian melalui jalur musyawarah.

Penulis :
Ahmad Yusuf