
Pantau - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan di kawasan situs sejarah Batu Tulis, termasuk Stasiun Batu Tulis di Kota Bogor, yang terancam akibat kondisi tanah dan aliran sungai yang tidak stabil.
Rekahan Tanah Ancam Pondasi dan Keselamatan Warga
Dalam kunjungan kerja bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah, Lasarus menemukan adanya rekahan tanah yang berpotensi merusak kawasan situs sejarah.
"Kalau rekahan ini air masuk terus, lama-lama pondasinya bisa tergerus. Kalau tidak cepat ditahan, istananya bisa hilang. Ini darurat untuk segera ditangani," tegasnya.
Di sisi utara kawasan, yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, juga ditemukan penurunan bronjong di sepanjang aliran sungai.
Kondisi tersebut mengganggu akses jalan dan mengancam rumah-rumah penduduk karena kemiringan tanah hampir mencapai 90 derajat.
"Penanganannya harus hati-hati. Kalau tidak sesuai teknik, justru bisa ambruk dan membahayakan bangunan maupun penduduk," jelas Lasarus.
Komisi V Minta Kementerian PU Turunkan Tim dan Gunakan Dana Darurat
Lasarus menilai situasi ini bersifat mendesak dan meminta Kementerian PUPR segera menurunkan tim teknis untuk melakukan penanganan sesuai standar keselamatan.
Ia juga menyarankan agar kementerian memanfaatkan pendanaan darurat agar penanganan tidak terhambat oleh proses birokrasi yang berlarut.
Selain penanganan kerusakan, Lasarus menyoroti rencana pengembangan ruang terbuka hijau seluas 23.000 meter persegi di kawasan Bandar yang diharapkan dapat ditangani oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Jika kawasan ini dikategorikan memiliki nilai sejarah nasional, Lasarus menegaskan bahwa penganggaran bisa dilakukan melalui APBN.
Ia juga menyoroti kendala komunikasi antara kepala daerah dan kementerian teknis di pusat.
"Kadang-kadang sekelas wali kota mau ketemu kementerian agak susah. Biasanya sudah sampai lobi, disuruh pulang dulu. Jadi, kita berharap komunikasi ini bisa difasilitasi," ujarnya.
Komitmen DPR: Jaga Sejarah, Lindungi Warga
Komisi V DPR RI, kata Lasarus, berkomitmen mengawal penanganan darurat kawasan Batu Tulis secara serius.
Dukungan akan terus diberikan untuk penguatan ruang terbuka hijau dan peningkatan layanan transportasi publik di kawasan tersebut.
"Yang penting ini bisa cepat ditangani. Jangan sampai kita terlambat lalu kehilangan warisan sejarah sekaligus mengorbankan keselamatan warga," pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





