HOME  ⁄  Nasional

BKKBN Babel Gandeng Kampus Tingkatkan Literasi Penanganan Stunting di Masyarakat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BKKBN Babel Gandeng Kampus Tingkatkan Literasi Penanganan Stunting di Masyarakat
Foto: (Sumber: Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kepulauan Babel Fazar Supriadi Sentosa (kanan). ANTARA/Aprionis)

Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjalin kerja sama dengan universitas untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait penanganan stunting, sebagai upaya menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut.

Libatkan Mahasiswa sebagai Agen Edukasi Masyarakat

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kepulauan Babel, Fazar Supriadi Sentosa, menyampaikan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.

"Peran mahasiswa ini penting untuk memberikan edukasi penanganan stunting di masyarakat," ungkapnya saat ditemui di Pangkalpinang, Minggu.

BKKBN Babel telah bekerja sama dengan Institut Pahlawan 12 Kepulauan Babel untuk mendukung program nasional pengentasan stunting sebagai bagian dari visi mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

" Dalam pencegahan stunting ini membutuhkan kontribusi lintas sektor, khususnya dunia pendidikan sebagai motor perubahan sosial masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Fazar menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Harus ada pelibatan generasi muda yang kritis dan peduli terhadap pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

"Kita berharap dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap penanganan stunting sejak dini, dan urgensi membangun generasi berencana yang sehat dan berdaya saing tinggi," tambahnya.

Angka Stunting Masih Jadi Tantangan Serius

Saat ini, stunting masih menjadi tantangan besar secara nasional.

Berdasarkan data terbaru, angka anak stunting di Indonesia masih berada di kisaran 19,8 persen atau sekitar 4,4 juta anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

Di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, angka stunting pada tahun 2024 tercatat sebesar 20,1 persen.

Untuk Kota Pangkalpinang, angka stunting berhasil ditekan menjadi 17,3 persen, turun 3,4 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 20,7 persen.

Fazar menilai bahwa kerja sama dengan dunia pendidikan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan stunting dan bonus demografi yang semakin kompleks.

"Kerja sama ini dengan dunia pendidikan ini penting sebagai kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan bonus demografi yang semakin kompleks," ia menegaskan.

Penulis :
Gerry Eka